Dari Aspal hingga Ketahanan Pangan, Dari PTSP hingga Pembinaan: Plh. Karutan Gresik Kawal Langsung Transformasi Rutan Menuju Institusi Modern, Humanis, dan Berintegritas

GRESIK, 11 Juni 2026 – TOP BERITA NUSANTARA Transformasi pemasyarakatan bukan hanya berbicara tentang menjaga keamanan di balik tembok rumah tahanan, melainkan juga memastikan seluruh aspek pelayanan, pembinaan, pengelolaan aset negara, hingga pemberdayaan warga binaan berjalan secara optimal, profesional, dan berkelanjutan. Komitmen itulah yang kembali ditegaskan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik melalui langkah pengawasan langsung yang dilakukan Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, bersama jajaran pejabat struktural.
Kegiatan kontrol lingkungan yang dilaksanakan secara menyeluruh tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola pemasyarakatan modern yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan publik, pembinaan warga binaan, pemeliharaan fasilitas negara, serta peningkatan efektivitas program-program produktif yang telah berjalan di lingkungan Rutan.
Dalam kegiatan tersebut, Plh. Karutan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah area strategis yang menjadi penopang utama operasional Rutan. Pengawasan dilakukan sebagai bentuk evaluasi lapangan guna memastikan seluruh fasilitas, program, dan layanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun warga binaan.
Peninjauan diawali di area parkir yang saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi melalui pekerjaan perbaikan dan pengaspalan. Di lokasi tersebut, Dhimas Isdwiyono melakukan pengecekan secara detail terhadap progres pekerjaan, kualitas pembangunan, serta kesesuaian pelaksanaan proyek dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertata, dan nyaman bagi seluruh pengguna layanan. Area parkir yang representatif dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pegawai maupun masyarakat yang datang ke Rutan untuk mengakses berbagai layanan administrasi.
“Setiap pembangunan fasilitas harus memberikan manfaat nyata. Karena itu, pengawasan dilakukan secara langsung agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan hasilnya benar-benar mampu meningkatkan kenyamanan serta mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dhimas saat melakukan peninjauan.
Usai memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target, rombongan melanjutkan kontrol ke kawasan belakang Rutan yang selama ini dimanfaatkan sebagai lahan produktif dalam program ketahanan pangan. Area tersebut menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang dikembangkan Rutan Gresik sebagai bagian dari implementasi program pemberdayaan warga binaan.
Di lokasi itu, Plh. Karutan meninjau kondisi tanaman, sistem pengelolaan lahan, pola perawatan, hingga perkembangan hasil pertanian yang telah berjalan secara berkesinambungan. Program ketahanan pangan tersebut tidak hanya bertujuan mendukung agenda nasional di sektor pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan.
Melalui kegiatan pertanian produktif, warga binaan diajak mengembangkan kemampuan kerja, membangun kedisiplinan, menumbuhkan tanggung jawab, serta mempersiapkan diri agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Program ketahanan pangan memiliki manfaat yang sangat luas. Selain mendukung produktivitas lahan, program ini juga menjadi sarana pembinaan karakter dan keterampilan kerja bagi warga binaan sehingga mereka memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” jelasnya.
Dhimas menegaskan bahwa pemanfaatan lahan produktif merupakan bagian dari transformasi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia serta peningkatan kualitas pembinaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.
Kontrol lingkungan kemudian berlanjut ke kawasan rumah dinas yang berada di dalam kompleks Rutan. Dalam inspeksi tersebut dilakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan, kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas, hingga aspek pemeliharaan aset negara.
Menurutnya, rumah dinas merupakan bagian dari aset negara yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan terawat diyakini dapat mendukung kinerja pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan secara optimal.
“Pemeliharaan aset negara merupakan tanggung jawab bersama. Selain menjaga nilai aset, lingkungan yang nyaman juga berpengaruh terhadap produktivitas dan semangat kerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada aspek internal, perhatian besar juga diberikan terhadap kualitas pelayanan publik melalui peninjauan langsung ke area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang menjadi pusat layanan masyarakat di lingkungan Rutan.
Dalam kunjungannya, Plh. Karutan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari kebersihan area publik, kenyamanan ruang tunggu, kelengkapan sarana pendukung, hingga kesiapan petugas dalam memberikan layanan yang cepat, ramah, profesional, dan humanis.
Bagi Dhimas, PTSP merupakan representasi utama wajah institusi yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman pelayanan yang positif sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
“PTSP adalah garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh unsur pendukung harus berada dalam kondisi terbaik, mulai dari fasilitas, kebersihan lingkungan, hingga profesionalisme petugas. Pelayanan yang berkualitas akan menciptakan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap institusi,” tegasnya.
Selain memastikan kesiapan fasilitas pelayanan, Dhimas juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas, responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari implementasi reformasi birokrasi yang terus diperkuat di lingkungan pemasyarakatan.
Lebih jauh, kegiatan kontrol lingkungan ini juga menjadi instrumen evaluasi internal yang penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi kendala secara dini. Dengan pengawasan langsung dari pimpinan, berbagai permasalahan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berdampak terhadap kualitas pelayanan maupun stabilitas keamanan.
Pengawasan rutin yang dilakukan secara menyeluruh tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan. Seluruh program pembinaan, pelayanan publik, serta pengelolaan fasilitas hanya dapat berjalan secara optimal apabila didukung oleh lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan terkendali.
Melalui langkah tersebut, Rutan Kelas IIB Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, produktif, dan humanis. Pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan warga binaan, pengelolaan aset negara yang akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi satu kesatuan strategi dalam mewujudkan institusi pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Gresik optimistis mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dalam proses pembinaan, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat (Har).
