Dari Lahan Menjadi Kekayaan:Kacang Lurik Madu dan Produksi Telur 150 Kg/Hari Bukti Nyata Kinerja SAE Ngajum

MALANG–TOP BERITA NUSANTARA Komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Rabu (06/05), Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, M. Ulin Nuha, memimpin langsung penanaman bibit kacang lurik madu di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum.
Kegiatan produktif ini memanfaatkan lahan seluas 5.000 meter persegi dengan penanaman sebanyak 200 kilogram bibit unggul. Langkah ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan bentuk optimalisasi lahan kosong menjadi aset yang bernilai ekonomis tinggi serta sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Plh. Kakanwil didampingi oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, beserta jajaran. Sinergi yang terbangun kuat ini menegaskan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan kini berorientasi pada hasil yang nyata dan berkelanjutan, sekaligus mentransfer ilmu yang bermanfaat.
“Pemanfaatan lahan dan pengembangan sektor peternakan harus terus ditingkatkan agar memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas,” tegas Ulin Nuha.
Agenda berlanjut dengan peninjauan unit peternakan ayam petelur yang dikelola Lapas Malang. Pencapaian luar biasa tercatat di sana, di mana produksi telur mampu menyentuh angka 150 kilogram per hari. Hasil membanggakan ini menjadi bukti bahwa manajemen usaha yang dijalankan telah berjalan sangat efektif dan memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan pangan.
Sementara itu, Christo Victor Nixon Toar menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas. Menurutnya, kegiatan pertanian dan peternakan adalah media terbaik untuk mencetak warga binaan yang mandiri dan terampil.
“Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi menjadi bekal keterampilan yang produktif bagi warga binaan agar siap mandiri saat kembali ke masyarakat nanti,” pungkas Kalapas Malang.
Dengan prestasi ini, SAE Ngajum dan Lapas Malang semakin kokoh sebagai pelopor pembinaan yang produktif, inovatif, dan sejahtera (Har).
