Kusnali Tegaskan Era Baru Pemasyarakatan Berbasis Prestasi: Dua Petugas Lapas Kelas I Surabaya Jadi Simbol Integritas, Perang Melawan Narkotika Kian Diperkuat

SIDOARJOTOP BERITA NUSANTARA Reformasi di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur terus menunjukkan arah yang semakin tegas dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, melalui pemberian penghargaan kepada dua petugas Lapas Kelas I Surabaya yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung saat apel pagi di Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Senin (20/07/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan individu, tetapi juga penegasan bahwa budaya kerja berbasis integritas, profesionalisme, dan prestasi kini menjadi fondasi utama dalam transformasi pemasyarakatan di Jawa Timur.

Dua petugas tersebut memperoleh penghargaan setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke Lapas Kelas I Surabaya pada 14 Juli 2026. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pengawasan yang disiplin, ketelitian dalam pelaksanaan tugas, serta keberanian mengambil tindakan sesuai prosedur merupakan kunci utama menjaga lembaga pemasyarakatan dari ancaman peredaran gelap narkotika.

Dalam amanatnya, Kusnali menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipandang sebagai keberhasilan institusi, bukan semata keberhasilan individu. Menurutnya, setiap petugas pemasyarakatan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas lembaga.

«”Saya berharap prestasi seperti ini menjadi budaya di seluruh satuan kerja sehingga upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan dapat terus diperkuat,” tegas Kusnali.»

Ia menjelaskan bahwa dinamika penyelundupan narkotika ke dalam lapas dan rumah tahanan semakin kompleks dengan berbagai modus operandi yang terus berkembang. Karena itu, seluruh aparatur pemasyarakatan dituntut memiliki kemampuan deteksi dini yang kuat, kepekaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta keberanian bertindak sesuai standar operasional yang berlaku.

Baca Juga :  Darurat Lingkungan di Mojokerto! LP3-NKRI Bongkar Ganasnya Galian C Ilegal yang Disebut Ancam Bumi Majapahit dan Masa Depan Generasi

Menurut Kusnali, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika merupakan hasil dari konsistensi dalam menerapkan prosedur pengamanan, koordinasi antarpetugas, serta komitmen untuk menjaga integritas institusi. Nilai-nilai tersebut harus terus dipelihara agar menjadi budaya kerja yang mengakar di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Ia kembali menegaskan bahwa kebijakan zero tolerance terhadap narkotika merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Untuk itu, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur terus memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan, optimalisasi fungsi intelijen pemasyarakatan, penguatan deteksi dini, serta pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Selain aspek pengamanan, Kusnali juga menilai bahwa pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi merupakan bagian dari pembangunan budaya organisasi yang sehat. Melalui sistem penghargaan yang objektif, institusi ingin mendorong lahirnya aparatur yang berkompetensi tinggi, berintegritas, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian kepada negara.

Ia mengajak seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur menjadikan keberhasilan dua petugas tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, menjaga marwah institusi, dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan reformasi pemasyarakatan.

Menurut Kusnali, keberhasilan menjaga lembaga pemasyarakatan tetap steril dari narkotika merupakan salah satu syarat utama agar proses pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan dapat berlangsung secara optimal. Lingkungan yang aman dan kondusif akan memperkuat efektivitas program pembinaan serta mendukung tercapainya tujuan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Pemberian penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi reformasi birokrasi yang terus dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Penguatan kualitas sumber daya manusia dipandang sebagai kunci utama dalam mewujudkan institusi pemasyarakatan yang modern dan berintegritas.

Baca Juga :  “Harkitnas ke-118 di Kanwil Ditjenpas Jatim: Teguhkan Arah Kebangsaan, Perkuat Perlindungan Generasi Digital Indonesia”

Melalui momentum ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam pemberantasan narkotika, meningkatkan kualitas sistem pengamanan, serta membangun budaya kerja yang menjadikan integritas, loyalitas, disiplin, dan prestasi sebagai identitas setiap insan pemasyarakatan. Dengan semangat tersebut, seluruh lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur diharapkan mampu menjadi institusi yang semakin terpercaya, profesional, bersih dari narkotika, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat sistem penegakan hukum dan mewujudkan pemasyarakatan yang modern, aman, dan berkeadilan (Har).

Leave a Reply