Gol Berakhir, Sinergi Tak Boleh Berhenti: Rutan Surabaya Jadikan Mini Soccer Momentum Memperkuat Barisan Pemasyarakatan Jatim

SURABAYA,— TOP BERITA NUSANTARA Bunyi peluit dan riuh pertandingan memenuhi BRILiaN Stadium Surabaya, Jumat (7/8/2026). Namun, di balik kompetisi mini soccer yang mempertemukan tujuh Koordinator Wilayah (Korwil) UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur, terselip agenda yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan.

Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diterjemahkan melalui sportivitas, kebersamaan, kedisiplinan, serta penguatan koordinasi antarsatuan kerja.

Turnamen yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur tersebut menjadi wadah bagi jajaran pemasyarakatan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan kerja lintas wilayah.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan itu tidak hanya menempatkan pegawai sebagai peserta kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia pemasyarakatan yang sehat, tangguh, disiplin, dan mampu bekerja dalam tim.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, hadir bersama jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan kepada para pegawai sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan jajaran dari berbagai satuan kerja.

Turnamen diikuti perwakilan pegawai dari tujuh Korwil UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Kompetisi berlangsung dengan tempo tinggi. Para pemain dituntut mampu mengatur strategi, menjaga stamina, berkomunikasi, serta mengambil keputusan secara cepat.

Rangkaian kegiatan diawali apel pembukaan yang dipimpin Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali. Setelah itu, tendangan bola pertama menjadi tanda dimulainya pertandingan.

Sejak pagi hingga sore, pertandingan berlangsung kompetitif. Setiap tim berusaha tampil maksimal, tetapi semangat sportivitas dan persaudaraan tetap menjadi batas yang dijaga bersama.

Hasil akhir kompetisi menempatkan Korwil Malang sebagai juara pertama, Korwil Jember sebagai juara kedua, dan Korwil Kediri sebagai juara ketiga.

Baca Juga :  “Tak Ada Ruang Sembunyi di Balik Jeruji” Rutan Kelas I Surabaya Sikat Tuntas Barang Terlarang, TNI-Polri Turun Gunung Kawal Razia Besar

Meski kompetisi melahirkan pemenang, nilai utama kegiatan justru berada pada proses yang berlangsung di sepanjang turnamen. Para pegawai dari berbagai wilayah memiliki ruang untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, dan membangun kedekatan dalam suasana yang lebih informal.

Kebugaran fisik menjadi salah satu modal penting bagi petugas pemasyarakatan. Pelaksanaan pengamanan, pelayanan tahanan, penerimaan kunjungan, hingga pembinaan warga binaan membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berbasis pengetahuan dan prosedur, tetapi juga stamina serta ketahanan mental.

Olahraga bersama menjadi sarana untuk menjaga kondisi tersebut sekaligus melatih karakter kerja sama. Di lapangan, setiap pemain memahami bahwa kemenangan tidak mungkin dicapai seorang diri. Ada komunikasi, pembagian peran, kepercayaan, dan koordinasi yang harus berjalan bersamaan.

Prinsip yang sama berlaku dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Ketika komunikasi antarpersonel berjalan baik, koordinasi menjadi lebih cepat. Ketika koordinasi kuat, pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih terarah dan responsif.

Karena itu, Rutan Kelas I Surabaya memandang kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan jajaran UPT Pemasyarakatan lainnya di Jawa Timur.

Semangat yang lahir di lapangan diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Sportivitas harus diterjemahkan menjadi integritas dalam bekerja, disiplin menjadi budaya, sementara kerja sama menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan.

Rutan Kelas I Surabaya juga terus mendorong penguatan transparansi, profesionalisme, koordinasi, serta pelayanan yang humanis. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berdampak bagi masyarakat dan warga binaan.

Pelayanan tahanan, penerimaan kunjungan, pengamanan, serta pelaksanaan program pembinaan membutuhkan jajaran yang tidak hanya bekerja berdasarkan aturan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab dan kemampuan berkolaborasi.

Turnamen mini soccer dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga. Lapangan hijau menjadi ruang untuk menanamkan kembali nilai persatuan dalam bentuk yang sederhana namun nyata.

Baca Juga :  Rutan Kelas IIB Gresik Rayakan Hari Bhakti Kemenimipas Ke-1 dengan Jalan Santai Bersama Petugas

Saat pertandingan berakhir, tidak ada lagi batas antara tim yang menang dan yang kalah. Semua kembali menjadi bagian dari satu keluarga besar Pemasyarakatan Jawa Timur.

Karena kemenangan terbesar bukan semata-mata berada di papan skor, melainkan ketika seluruh jajaran mampu membawa semangat sportivitas dan kebersamaan tersebut ke dalam tugas pengabdian.

Gol boleh berakhir ketika peluit dibunyikan. Tetapi sinergi tidak boleh berhenti. Dari olahraga lahir kebersamaan, dari kebersamaan tumbuh soliditas, dan dari soliditas yang kuat lahir pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, transparan, berdampak, dan tepercaya (Har).

Leave a Reply