Dari Nyala Api Unggun Lahir Semangat Pemimpin Masa Depan: SMP Negeri 3 Genteng Banyuwangi Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Perkemahan Pramuka

BANYUWANGITOP BERITA NUSANTARA Malam puncak perkemahan yang digelar SMP Negeri 3 Genteng, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat malam (24/7/2026) berlangsung penuh khidmat, hangat, dan sarat makna. Di bawah langit malam yang diterangi kobaran api unggun, ratusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi penutup perkemahan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai kepemimpinan, serta mempererat rasa persaudaraan di kalangan peserta didik.

Api unggun yang menjulang tinggi di tengah lapangan sekolah menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial. Seluruh peserta mengikuti prosesi upacara api unggun dengan penuh kekhidmatan, diawali penyalaan obor, penyampaian amanat pembina, hingga berbagai penampilan seni dan kreativitas yang dipersembahkan oleh masing-masing regu Pramuka.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala SMP Negeri 3 Genteng Mashudi, Ketua Gugus Depan Darto, para pembina Pramuka, dewan guru, panitia, serta seluruh siswa peserta perkemahan yang mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Genteng, Mashudi, menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Api unggun memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat, persatuan, dan pengabdian. Kami berharap seluruh siswa mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Mashudi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan perkemahan merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif karena memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, memecahkan masalah, serta membangun rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas yang dilaksanakan selama perkemahan.

Baca Juga :  Pasca Harlah NU ke-100, Kadisdik Jatim dan Insan Pendidikan Malang Raya Gotong Royong Bersihkan Stadion Gajayana

Sementara itu, Ketua Gugus Depan SMP Negeri 3 Genteng, Darto, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sejak awal hingga malam puncak. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan perkemahan merupakan hasil sinergi antara sekolah, para pembina, guru, serta seluruh peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama perkemahan diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap Darto.

Ia menjelaskan bahwa kepramukaan merupakan salah satu wadah pendidikan nonformal yang mampu membentuk karakter generasi muda melalui pengalaman langsung. Dalam setiap kegiatan, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana dalam berbagai situasi.

Suasana malam puncak semakin semarak dengan berbagai penampilan seni, atraksi, yel-yel regu, hingga pentas kreativitas yang menampilkan bakat para peserta. Sorak sorai, tepuk tangan, serta semangat kebersamaan yang terpancar dari seluruh peserta menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh makna.

Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nyata penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang menitikberatkan pada pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, kreatif, bergotong royong, bernalar kritis, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Melalui pendidikan kepramukaan, sekolah berharap nilai-nilai luhur seperti disiplin, kerja sama, kepedulian, nasionalisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dapat terus tumbuh dalam diri setiap siswa. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Berakhirnya malam api unggun bukanlah akhir dari perjalanan pembelajaran, melainkan awal dari komitmen baru bagi seluruh peserta untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama perkemahan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Banyuwangi Kobarkan Energi Baru PKN Jawa Timur, Sekjen Sri Mulyono Satukan Kekuatan Daerah untuk Percepat Konsolidasi dan Perluas Pengabdian kepada Rakyat

Dengan semangat yang telah dikobarkan melalui nyala api unggun, SMP Negeri 3 Genteng Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang tinggi sebagai bekal membangun masyarakat, daerah, dan Indonesia di masa depan (BD/AGS).

Leave a Reply