Semangat “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari” Menggema di Hari Keadilan Internasional 2026, MAKI Jatim Tegaskan Perjuangan Tanpa Henti Melawan Korupsi Demi Indonesia yang Bersih dan Berkeadilan

SIDOARJO, 17 Juli 2026 –TOP BERITA NUSANTARA Peringatan Hari Keadilan Internasional yang diperingati setiap 17 Juli menjadi momentum penting bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur (Korwil Jatim) untuk kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan supremasi hukum, keadilan sosial, serta pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Mengusung tema inspiratif “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari”, MAKI Jatim menyampaikan pesan bahwa perjuangan menegakkan keadilan merupakan ikhtiar panjang yang membutuhkan keberanian, konsistensi, integritas, dan semangat pantang menyerah. Matahari dimaknai sebagai simbol cahaya kebenaran yang selalu memberi harapan bagi tegaknya hukum dan keadilan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, S.Ip, menegaskan bahwa Hari Keadilan Internasional bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus dijadikan momentum refleksi nasional untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga marwah hukum serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlakuan yang adil tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, suku, agama, maupun kedudukan.
> “Keadilan adalah cahaya yang menuntun langkah kita. Selama masih ada ketidakadilan, kami tak akan berhenti berjuang,” tegas Heru Satriyo.
Menurutnya, korupsi masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan nasional. Dampaknya tidak hanya menggerus keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan, melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, memperbesar kesenjangan sosial, serta mengurangi kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.
Heru menekankan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pengawas, dunia akademik, media massa, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pemerintahan yang berintegritas, akuntabel, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.
Sebagai organisasi masyarakat yang memiliki fokus pada pengawasan penyelenggaraan negara, MAKI Jatim menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian, investigasi, advokasi, edukasi publik, serta penyampaian informasi yang konstruktif sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal pemerintahan yang bersih.
Selain itu, MAKI Jatim menyatakan dukungannya terhadap setiap proses penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, independen, objektif, transparan, serta berlandaskan alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk berani melaporkan dugaan tindak pidana korupsi melalui mekanisme hukum yang tersedia dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Dalam momentum Hari Keadilan Internasional 2026, MAKI Jatim turut mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun budaya integritas sejak dini, memperkuat nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadikan antikorupsi sebagai gerakan moral bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Mengusung semboyan “Lawan Korupsi | Tegakkan Keadilan | Selamatkan Negeri”, MAKI Jatim berharap peringatan Hari Keadilan Internasional tidak hanya menjadi simbol tahunan, tetapi mampu melahirkan komitmen nyata dalam memperkuat supremasi hukum, meningkatkan transparansi tata kelola pemerintahan, dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menutup pernyataannya, Heru Satriyo kembali menegaskan bahwa perjuangan melawan korupsi merupakan amanah yang tidak mengenal batas waktu. Selama masih terdapat praktik yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat terwujudnya keadilan, MAKI Jatim akan terus menjalankan perannya sebagai mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal penyelenggaraan negara.
“Perjuangan menegakkan keadilan tidak mengenal kata selesai. Selama masih ada korupsi yang merugikan rakyat dan selama masih ada ketidakadilan yang melukai rasa keadilan masyarakat, MAKI Jatim akan tetap berdiri di garis terdepan. Kami tidak akan lelah mengejar matahari, karena keadilan adalah cahaya yang akan menerangi masa depan Indonesia menuju bangsa yang bersih, bermartabat, dan berkeadilan,” pungkas Heru Satriyo, S.Ip, Ketua MAKI Korwil Jawa Timur (Har).
