Konsolidasi Besar dimulai, Hadi Susanto Pimpin Kebangkitan PKN Kediri Menuju Kekuatan Politik Rakyat Yang Lebih Solid

Kediri, Selasa (9/6/2026)Top Berita Nusantara Dinamika politik di Kabupaten Kediri memasuki fase baru seiring ditetapkannya kepengurusan baru Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) untuk masa bakti 2026–2031. Melalui Surat Keputusan Pimpinan Nasional PKN Nomor 00/SK/PIMNAS-PKN/V/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 31 Mei 2026, partai melakukan restrukturisasi organisasi sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat konsolidasi internal, memperluas basis perjuangan politik, dan meningkatkan efektivitas mesin partai dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Penetapan kepengurusan baru tersebut menjadi momentum penting bagi PKN Kabupaten Kediri untuk memperkuat eksistensinya di tengah dinamika politik daerah yang terus berkembang. Dengan mengusung semangat perjuangan “Laskar Joyoboyo”, jajaran pengurus baru bertekad menjadikan organisasi lebih solid, modern, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam susunan kepengurusan yang baru, Hadi Susanto CPP, C.CPL resmi dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Cabang PKN Kabupaten Kediri. Sosok yang dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat tersebut dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi yang matang, serta jaringan yang luas untuk membawa PKN Kediri memasuki era baru penguatan politik kerakyatan.

Penunjukan Hadi Susanto dipandang sebagai langkah strategis partai dalam menghadirkan figur pemimpin yang mampu mengonsolidasikan kekuatan internal sekaligus memperluas komunikasi politik dengan masyarakat. Pengalaman panjangnya dalam berbagai aktivitas organisasi dinilai menjadi modal penting untuk membangun sinergi dan memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, PKN Kabupaten Kediri mengusung slogan “Berjuang untuk Rakyat, Bersatu Membangun Negeri” sebagai arah perjuangan politik yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Hadi Susanto menegaskan bahwa partai harus mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga :  Keteladanan dari Buleleng, Bali Ukir Prestasi Nasional dalam Gerakan Anti Narkotika 2025

Menurutnya, keberadaan partai politik tidak boleh hanya hadir menjelang agenda pemilu atau kontestasi politik semata, melainkan harus terus berada di tengah masyarakat untuk mendengar, memahami, dan memperjuangkan kebutuhan rakyat secara berkelanjutan.

Dalam menjalankan roda organisasi, Hadi Susanto akan didampingi oleh Dimas Imannu Muslim dan Abdau Solikin sebagai Wakil Ketua. Struktur organisasi juga diperkuat oleh Shinta Wahyu Djayanti sebagai Sekretaris bersama Yulida Dwi Saputri sebagai Wakil Sekretaris. Sementara pengelolaan keuangan partai dipercayakan kepada Putri Nur Wulansar sebagai Bendahara yang didampingi Istiyani sebagai Wakil Bendahara.

Pada jajaran Dewan Penasihat, Kamim Mustofa dipercaya menjabat sebagai Ketua dengan Joko Setiawan sebagai Sekretaris. Dewan Penasihat diharapkan menjadi unsur strategis yang mampu memberikan arah, pertimbangan, serta penguatan ideologis bagi perjalanan organisasi dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Kepengurusan baru ini juga membawa semangat besar yang tercermin melalui slogan “PKN Bangkit, Nusantara Maju” dan “Bersama PKN Kediri Bangkit”. Slogan tersebut tidak hanya menjadi simbol semangat kader, tetapi juga mencerminkan komitmen partai untuk terus tumbuh sebagai kekuatan politik yang dekat dengan rakyat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai bagian dari proses penyegaran organisasi, Pimpinan Nasional PKN juga secara resmi mencabut dua surat keputusan sebelumnya, yakni SK Nomor 002/SK/PIMNAS-PKN/I/2024 tertanggal 6 Januari 2024 dan SK Nomor 069/SK/PIMNAS-PKN/V/2026 tertanggal 25 Mei 2026. Dengan demikian, seluruh aktivitas organisasi PKN Kabupaten Kediri kini berpedoman pada struktur kepengurusan baru yang telah memperoleh legitimasi penuh dari pimpinan nasional.

Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., bersama Sekretaris Jenderal Dr. H. Sri Mulyono, S.Sos., MM. Penetapan tersebut menjadi dasar hukum sekaligus mandat organisasi bagi seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan tugas dan program kerja selama lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Pers sebagai Pilar Demokrasi, Gabungan Media Online Peringati Hari Pers Nasional 2026

Sejumlah pengamat politik menilai bahwa penyegaran kepengurusan merupakan bagian penting dari proses regenerasi dan penguatan organisasi politik. Dalam situasi politik yang semakin dinamis, partai dituntut memiliki struktur yang kuat, kader yang adaptif, serta kepemimpinan yang mampu menjawab harapan masyarakat dengan pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif.

Dengan mengusung semangat “Satu Tekad, Satu Gerak, Satu Tujuan”, jajaran pengurus baru PKN Kabupaten Kediri kini mulai melakukan percepatan konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta pembangunan jaringan politik yang lebih luas hingga ke tingkat akar rumput. Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun partai yang kuat, modern, dan berdaya saing.

Momentum pergantian kepengurusan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan PKN di Kabupaten Kediri. Di bawah kepemimpinan Hadi Susanto dan semangat perjuangan Laskar Joyoboyo, PKN menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat, memperkuat demokrasi partisipatif, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan (Red).

Leave a Reply