Sinergi Ulama dan Lembaga Zakat Masuk Rutan Gresik, Kebut Transformasi Mental Warga Binaan Lewat Pembinaan Spiritual Intensif

GRESIK —TOP BERITA NUSANTARA Upaya membangun perubahan mendasar bagi warga binaan terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik melalui kolaborasi strategis dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik dan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gresik. Penandatanganan kerja sama lanjutan yang digelar Rabu (22/4/2026) ini menjadi tonggak penting dalam memperdalam pembinaan kerohanian sebagai fondasi utama pembentukan karakter warga binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, bersama Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, serta jajaran petugas. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Gresik, Muhamad Mujib, dan Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Ainur Rofiq Thoyyib, dalam suasana yang mencerminkan kuatnya komitmen kolaboratif lintas lembaga.

Kerja sama ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem pembinaan berbasis nilai-nilai spiritual. Program yang akan dijalankan mencakup pendampingan keagamaan secara rutin, penguatan akhlak dan moral, hingga pembinaan mental yang berkesinambungan selama warga binaan menjalani masa pidana.

Dalam keterangannya, Eko Widiatmoko menegaskan bahwa pendekatan spiritual menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan modern. Ia menilai bahwa perubahan perilaku yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila dibangun dari kesadaran batin dan keimanan yang kuat.

“Pembinaan tidak cukup hanya melalui aturan dan pengawasan. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kesadaran dari dalam diri. Di sinilah peran pembinaan kerohanian menjadi sangat vital,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga proses transformasi diri. Dengan bekal nilai moral dan spiritual yang kuat, mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab dan berintegritas.

Baca Juga :  Kartini di Lingkar Pemasyarakatan: PIPAS Rutan Gresik Kobarkan Solidaritas dan Dedikasi Perempuan di Momen Bersejarah

Di sisi lain, pihak MUI dan BAZNAS Kabupaten Gresik menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan di dalam rutan. Keterlibatan kedua lembaga ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani proses pemasyarakatan.

Dengan terjalinnya sinergi berkelanjutan ini, Rutan Gresik optimistis mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih komprehensif—tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar penegakan hukum, melainkan proses pembentukan kembali manusia seutuhnya (Har).

Leave a Reply