Dari Aksi Donor ke Gerakan Perubahan, Kartini Dukuh Pakis Bangun Kekuatan Sosial dan Gempur Stunting dari Akar

SURABAYA —TOP BERITA NUSANTARA Peringatan Hari Kartini di Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, tahun ini menjelma menjadi gerakan sosial yang jauh melampaui seremoni tahunan. Melalui kolaborasi strategis Tim Penggerak PKK, kegiatan donor darah yang rutin digelar kini berkembang menjadi upaya terintegrasi dalam membangun kepedulian sosial sekaligus mengatasi persoalan kesehatan masyarakat, Rabu (22/4/2026).
Donor darah yang telah menjadi agenda tetap setiap tiga bulan selama hampir satu dekade ini kembali menarik partisipasi luas masyarakat. Namun, momentum Hari Kartini memberikan dimensi baru, di mana peran perempuan tidak hanya sebagai simbol, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam aksi kemanusiaan dan pembangunan kesehatan berbasis komunitas.
Ketua PKK Kecamatan Dukuh Pakis, Priya, menegaskan bahwa kekuatan utama kegiatan ini terletak pada keterlibatan aktif masyarakat. Tingginya partisipasi, yang kerap menembus angka lebih dari 100 pendonor, menjadi bukti bahwa kesadaran sosial warga terus tumbuh secara konsisten.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi gerakan bersama. Masyarakat datang dengan kesadaran sendiri karena memahami pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh strategi komunikasi yang efektif melalui jaringan RT/RW serta pemanfaatan platform digital. Selain itu, dukungan dari Palang Merah Indonesia turut memastikan pelaksanaan donor darah berjalan sesuai standar medis dan memberikan manfaat optimal.
Tidak berhenti pada aksi donor, kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda lain seperti pembahasan pentas talenta tingkat kecamatan serta peresmian ruang baru PKK. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat koordinasi dan inovasi program pemberdayaan masyarakat ke depan, ditandai dengan syukuran sebagai simbol awal pemanfaatannya.
Di sisi lain, perhatian besar juga diarahkan pada isu stunting yang masih menjadi tantangan. Meski angka stunting di Dukuh Pakis tergolong rendah, dinamika penduduk menjadi faktor yang memicu munculnya kasus baru. Hal ini mendorong PKK untuk terus melakukan berbagai intervensi berkelanjutan.
Program-program konkret seperti edukasi gizi, pelatihan memasak makanan sehat berbahan sederhana, hingga terapi berenang bagi balita stunting menjadi langkah nyata yang telah dijalankan. Bahkan, kolaborasi dengan sektor swasta termasuk dunia perhotelan dilakukan untuk memperluas dampak program.
Pendekatan berbasis komunitas melalui kelompok dasawisma juga menjadi strategi kunci dalam mendeteksi dan menangani permasalahan sejak dini. Dengan cakupan yang lebih dekat ke keluarga, berbagai persoalan sosial dan kesehatan dapat diidentifikasi lebih cepat tanpa menunggu intervensi dari tingkat yang lebih tinggi.
Priya menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam perubahan sosial, terutama dalam lingkup keluarga. “Dari keluarga, kita bisa membangun fondasi yang kuat. Perempuan adalah penggerak utama yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Melalui integrasi antara aksi donor darah, pemberdayaan perempuan, dan program kesehatan masyarakat, Kecamatan Dukuh Pakis menunjukkan bahwa semangat Kartini dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan. Tidak hanya berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing di masa depan (Har).
