Disiplin Ditempa, Mental Dikuatkan: Kanwil Ditjenpas Jatim Bangun Soliditas Pegawai dari Kota Batu

BATU, JAWA TIMUR —TOP BERITA NUSANTARA Kualitas aparatur menjadi salah satu penentu kuatnya sebuah organisasi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur terus mendorong penguatan sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi kemampuan kerja, tetapi juga melalui pembentukan disiplin, ketangguhan mental, dan kekompakan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 3–4 September 2026, di Kota Batu, Malang.

Kegiatan diikuti para Pejabat Administrator Kantor Wilayah bersama seluruh pegawai. Rangkaian FMD menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan karakter agar seluruh jajaran semakin siap menghadapi dinamika pekerjaan serta mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

LKBB Menguji Disiplin dan Kekompakan

Pada hari pertama, peserta mengikuti Latihan Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) yang dilatih oleh Satuan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Jawa Timur.

Latihan tersebut menitikberatkan pada kedisiplinan, ketangkasan, kekompakan, serta kepatuhan terhadap arahan. Peserta dituntut mampu bergerak secara teratur dan serempak, sekaligus menjaga koordinasi dengan anggota lainnya.

Dari latihan tersebut, tertanam pemahaman bahwa sebuah kelompok hanya dapat mencapai hasil optimal ketika setiap individu mampu menjalankan peran dengan disiplin dan bertanggung jawab.

LKBB pun menjadi media pembentukan karakter dan kesiapan mental pegawai dalam menghadapi tuntutan tugas yang membutuhkan ketelitian, koordinasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan.

Kusnali: Satu Tujuan Menjadi Kekuatan

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, memberikan pesan kepada seluruh pegawai agar menjadikan disiplin dan kekompakan sebagai kekuatan utama dalam melaksanakan tugas.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan tugas dan tanggung jawab merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun seluruh jajaran harus tetap berada dalam satu tujuan.

Baca Juga :  “Integritas Tanpa Tawar: Ditjenpas Jatim Tegaskan Zero Tolerance, Pegawai Berprestasi Jadi Garda Bersih Lapas”

«“Kita boleh berbeda dalam tugas dan tanggung jawab, tetapi kita harus tetap satu dalam tujuan. Bangun komunikasi, saling mendukung, dan jaga kekompakan, karena kekuatan organisasi lahir dari kerja bersama,” pesan Kusnali.»

Pesan tersebut menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama bukan sekadar pelengkap dalam organisasi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tugas dapat berjalan secara efektif.

Ketika setiap unsur mampu berkomunikasi dan saling mendukung, koordinasi akan semakin kuat dan potensi persoalan dapat dihadapi secara bersama.

Hari Kedua Fokus pada Dinamika Kelompok

Rangkaian FMD berlanjut pada hari kedua melalui kegiatan Dinamika Kelompok.

Kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah.

Peserta didorong untuk mampu membangun kepercayaan, memahami pembagian peran, menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan mencari solusi secara kolektif.

Dinamika kelompok sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpersonel. Interaksi yang terbentuk selama kegiatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi ketika seluruh pegawai kembali menjalankan tugas di lingkungan kerja masing-masing.

Profesionalisme Dibangun dari Dalam

Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mendorong agar nilai-nilai yang diperoleh selama FMD dapat diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Disiplin tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui konsistensi menjalankan tanggung jawab. Mental tangguh diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan, sedangkan kekompakan menjadi modal untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama.

Semangat “Disiplin Diperkuat, Kekompakan Semakin Erat” menjadi pesan yang mengikat seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Melalui FMD, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur berupaya membentuk jajaran yang disiplin, bermental tangguh, solid, komunikatif, dan mampu bekerja sama secara efektif.

Penguatan tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan tugas sekaligus pelayanan pemasyarakatan di Jawa Timur.

Baca Juga :  Pemkab Nganjuk Gencarkan Edukasi Kesehatan Remaja: Bupati Marhaen Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Terhadap HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

Pada akhirnya, FMD di Kota Batu bukan sekadar kegiatan pembinaan selama dua hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun budaya kerja yang menempatkan disiplin, mental tangguh, komunikasi, dan kekompakan sebagai fondasi profesionalisme.

Sebab pelayanan yang profesional membutuhkan aparatur yang siap secara fisik, kuat secara mental, disiplin dalam tindakan, dan solid dalam kerja sama (Har).

Leave a Reply