“Integritas Tanpa Tawar: Ditjenpas Jatim Tegaskan Zero Tolerance, Pegawai Berprestasi Jadi Garda Bersih Lapas”

SidoarjoTop Berita Nusantara Rabu (29/4) Komitmen tanpa kompromi terhadap integritas kembali ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Jawa Timur dalam sebuah momentum penghargaan yang sarat makna. Bertempat di kantor wilayah di Sidoarjo, apresiasi diberikan kepada pegawai berprestasi dari Lapas Kelas IIB Blitar dan Lapas Kelas IIA Banyuwangi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, di hadapan jajaran pegawai yang turut menyaksikan. Suasana khidmat yang menyelimuti acara ini mencerminkan tingginya penghormatan terhadap nilai-nilai integritas yang menjadi fondasi utama dalam sistem pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Ulin Nuha menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan representasi nyata dari kerja keras, loyalitas, dan komitmen terhadap tugas. Ia menekankan bahwa setiap capaian individu harus mampu menjadi energi kolektif untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan di seluruh lini pemasyarakatan.

Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penegasan sikap tegas terhadap pemberantasan narkoba di lingkungan lapas dan rumah tahanan. Ulin Nuha menyampaikan pesan yang tidak menyisakan ruang abu-abu: seluruh lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur harus steril dari peredaran narkoba. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran, sejalan dengan prinsip zero tolerance yang terus digaungkan.

Pernyataan tersebut sekaligus menandai arah kebijakan yang semakin tegas dalam membangun institusi pemasyarakatan yang bersih, aman, dan profesional. Komitmen ini juga mencerminkan upaya serius dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pembinaan warga binaan.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan seluruh jajaran akan pentingnya kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Tantangan di bidang pemasyarakatan, menurutnya, semakin kompleks dan dinamis, sehingga menuntut ketelitian, disiplin, serta kepekaan tinggi dari setiap pegawai. Kepercayaan masyarakat disebut sebagai amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Rutan Surabaya: Merajut Kebersamaan dan Menumbuhkan Keimanan Lewat Bulan yang Penuh Berkah

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat komitmen moral dan profesional. Dedikasi para penerima penghargaan diharapkan menjadi contoh konkret yang mampu menuntun langkah seluruh jajaran menuju standar kerja yang lebih tinggi.

Dengan semangat integritas yang terus diperkuat, Ditjenpas Jawa Timur menegaskan posisinya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai institusi yang bersih dari penyimpangan, bebas dari narkoba, dan semakin berwibawa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (Har).

Leave a Reply