Uji Kompetensi Eselon V Jadi Pilar Penyaringan Pemimpin Baru, Ditjenpas Jatim Dorong Reformasi Pemasyarakatan Berbasis Integritas dan Kinerja

Sidoarjo –Top Berita Nusantara Komitmen memperkuat profesionalisme aparatur dan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi kembali ditegaskan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Manajerial Eselon V yang digelar pada Rabu (03/06/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap pejabat manajerial yang menduduki jabatan struktural memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan tugas di lingkungan pemasyarakatan yang semakin kompleks dan dinamis.

Sebanyak 29 peserta yang berasal dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mengikuti proses uji kompetensi yang dilaksanakan secara terstruktur, sistematis, dan berbasis penilaian objektif. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi individu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya penguatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta menjalani tahapan wawancara kompetensi langsung yang dilakukan oleh tim penguji dari Kanwil Ditjenpas Jawa Timur. Tim tersebut terdiri dari Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, serta Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal.

Proses penilaian dirancang untuk menggali kemampuan manajerial secara komprehensif, mencakup aspek kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, komunikasi efektif, pengelolaan organisasi, kemampuan pemecahan masalah, hingga pemahaman mendalam terhadap tugas dan fungsi jabatan Eselon V yang diemban atau akan diemban oleh masing-masing peserta.

Kegiatan ini menjadi implementasi nyata prinsip the right man on the right place, yakni penempatan aparatur sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan kualifikasi yang dimiliki. Dengan pendekatan ini, Ditjenpas Jawa Timur berharap setiap pejabat dapat menjalankan tugas secara lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan organisasi maupun masyarakat.

Baca Juga :  Operasi Senyap Tengah Malam Digencarkan: Ditjenpas Jatim Bersama TNI-Polri Sapu Bersih Barang Terlarang di Lapas Bojonegoro dan Rutan Magetan

Selain sebagai sarana evaluasi, uji kompetensi ini juga memiliki peran strategis dalam memetakan potensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Hasil penilaian akan menjadi dasar penting dalam penyusunan program pengembangan kompetensi, peningkatan kapasitas aparatur, serta perencanaan karier yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.

Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, M Ulin Nuha, menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan organisasi pemasyarakatan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

“Melalui uji kompetensi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pejabat manajerial memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan jabatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga sebagai upaya pemetaan potensi dan kebutuhan pengembangan SDM agar kinerja organisasi semakin optimal serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika pemasyarakatan saat ini menuntut hadirnya pemimpin yang tidak hanya memahami aspek teknis dan administratif, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi tinggi, mampu membangun sinergi lintas sektor, serta menghadirkan inovasi dalam peningkatan kualitas layanan.

Pelaksanaan uji kompetensi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Ditjenpas Jawa Timur dalam memperkuat budaya kerja berbasis merit system, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan sistem penilaian yang objektif, organisasi diharapkan mampu memastikan bahwa setiap pejabat yang diberikan amanah benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan transformasi layanan publik, penguatan kompetensi aparatur menjadi fondasi penting bagi keberhasilan organisasi. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia unggul di lingkungan pemasyarakatan.

Baca Juga :  Dari Sidoarjo untuk Indonesia: Kanwil Ditjenpas Jatim Cetak ASN Berintegritas Lewat Penghargaan Pegawai Teladan 2026

Melalui pelaksanaan uji kompetensi Jabatan Manajerial Eselon V ini, Ditjenpas Jawa Timur menegaskan arah pengembangan organisasi yang lebih selektif, profesional, dan berbasis kualitas kepemimpinan. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan pejabat manajerial yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang semakin maju, modern, dan humanis (Har).

Leave a Reply