Rutan Kelas I Surabaya Gencarkan Tes Urin Massal, Perkuat Sistem Pengawasan Menuju Lingkungan Pemasyarakatan Bersih Narkoba

Sidoarjo —Top Berita Nusantara Upaya memperkuat komitmen menuju lingkungan pemasyarakatan bebas narkotika terus dilakukan Rutan Kelas I Surabaya melalui pelaksanaan pemeriksaan tes urin terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini digelar pada Jumat (29/5/2026) di Aula Kunjungan Rutan Kelas I Surabaya dengan pengawasan ketat aparat pengamanan.
Sebanyak 294 warga binaan mengikuti pemeriksaan secara bergiliran dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Hengki Giantoro. Seluruh rangkaian proses berlangsung tertib, teratur, dan berada dalam pengawasan ketat guna memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur maupun potensi manipulasi hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan tes urin massal ini merupakan bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan blok hunian. Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, pihak rutan berupaya memastikan kondisi warga binaan tetap terpantau serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Selain sebagai langkah pengawasan, kegiatan ini juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat sistem pencegahan internal terhadap peredaran maupun penggunaan narkotika di dalam rutan. Pendekatan preventif ini terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas lembaga pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat program pemberantasan narkotika di seluruh jajaran pemasyarakatan.
“Sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, kami melaksanakan pemeriksaan tes urin kepada warga binaan guna deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Kami berkomitmen Rutan Surabaya bebas dari narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya pengawasan di Rutan Kelas I Surabaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan insidental, melainkan menjadi sistem kerja yang terstruktur, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam menjaga stabilitas keamanan.
Menurutnya, pelaksanaan tes urin secara rutin menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari pengaruh narkoba sekaligus memperkuat efektivitas pengawasan di dalam rutan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan dampak edukatif bagi warga binaan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkotika selama menjalani masa pembinaan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat disiplin serta komitmen perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.
Melalui pelaksanaan pengawasan yang konsisten, Rutan Kelas I Surabaya terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas pembinaan di dalam rutan.
Dengan penguatan sistem pengawasan yang berkelanjutan, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya dalam mewujudkan target zero narkoba, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi (Har).
