PKN II 2026 Bergelora, Kadindik Jatim Tegaskan Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berubah dan Menciptakan Dampak Nyata

SURABAYA —TOP BERITA NUSANTARA Semangat kepemimpinan transformasional menggema dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 yang digelar di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/5). Dalam forum strategis tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai hadir sebagai pemateri utama dan menyampaikan gagasan kuat mengenai pentingnya kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan nyata di tengah dinamika birokrasi modern.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya aparatur negara agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Aries menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya terpaku pada rutinitas administratif semata. Menurutnya, kepemimpinan saat ini harus mampu menghadirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan menciptakan manfaat konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa jabatan bukanlah sekadar simbol kewenangan atau posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan pengabdian yang berdampak.

“Pemimpin harus meninggalkan jejak perubahan. Ketika masa tugas selesai, harus ada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dan organisasi yang dipimpin menjadi lebih baik,” ujar Aries di hadapan peserta PKN II.

Aries juga membagikan berbagai pengalaman selama memimpin sektor pendidikan di Jawa Timur. Ia menyoroti pentingnya keberanian dalam mengambil langkah inovatif di tengah perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi, percepatan pelayanan publik, serta tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin profesional dan responsif.

Menurutnya, birokrasi modern membutuhkan sosok pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu membangun sinergi lintas sektor. Kolaborasi, kata dia, menjadi kunci utama dalam mempercepat terciptanya pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga :  Jelang LKS Dikmen 2026, Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Standar Kompetensi dan Integritas Pendidikan Vokasi

Tidak hanya itu, Aries juga mengajak seluruh peserta untuk keluar dari pola kerja konvensional dan mulai membangun budaya kerja progresif di lingkungan masing-masing. Ia menilai keberanian menghadirkan terobosan merupakan salah satu ciri utama pemimpin visioner di era saat ini.

“Pemimpin tidak cukup hanya menjalankan sistem yang sudah ada. Harus mampu melahirkan solusi dan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat yang terus berkembang,” tegasnya.

Pemaparan Aries mendapat respons positif dari para peserta. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, terutama saat membahas strategi kepemimpinan kolaboratif, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan budaya birokrasi yang inovatif dan humanis.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 sendiri merupakan program pengembangan kompetensi pejabat tinggi pratama guna mencetak pemimpin birokrasi yang visioner, profesional, serta mampu menghadirkan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi pemimpin pemerintahan yang tidak hanya kuat dalam manajemen organisasi, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, keberanian berinovasi, serta komitmen tinggi dalam membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa secara keseluruhan (Har).

Leave a Reply