“Surabaya Tetap Aman dan Jadi Kota Pahlawan” – MAKI Jatim Sebut Forum Anti Premanisme Tidak Relevan, Siapkan Apel Siaga Akbar

Surabaya –Top Berita Nusantara Di tengah berkembangnya narasi negatif yang menyatakan Kota Surabaya seakan menjadi sarang premanisme, pada hari ini Jum’at (09 Januari 2026) di Balai Kota Surabaya digelar kegiatan Silaturahmi Satgas Anti Premanisme dengan Pengusaha. Acara yang dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Surabaya dan perwakilan pengusaha di wilayah tersebut diselenggarakan sebagai langkah untuk menangkal pandangan multitafsir yang dinilai dapat merusak citra kota yang telah lama dikenal dengan nilai sejarah dan moral tinggi sebagai Kota Pahlawan.

Narasi yang beredar tidak hanya menyebabkan kekhawatiran dan kesusahan di kalangan sebagian warga yang merasa tuduhan tentang premanisme sebagai masalah meresahkan tidak sesuai dengan kenyataan, melainkan juga memicu kekhawatiran akan terjadinya pergeseran dalam identitas nilai Surabaya. Banyak pihak menyampaikan bahwa citra mulia Kota Pahlawan kini terancam tergeser oleh pandangan yang menyatakan kota ini telah berubah menjadi tempat yang dipenuhi dengan perilaku premanisme. Kondisi ini kemudian mengundang pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara terbuka dan transparan oleh pihak terkait: “Apakah yang sebenarnya terjadi dengan Suroboyo?” Masyarakat mengharapkan jawaban yang didukung oleh bukti kajian ilmiah, bukan hanya berdasarkan asumsi dari Satgas Anti Premanisme maupun Wakil Wali Kota Surabaya.

Pada kesempatan pelaksanaan kegiatan tersebut, Heru – tokoh masyarakat Surabaya sekaligus Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Provinsi Jawa Timur – mengangkat suara untuk menyampaikan tanggapan mendalam terkait tujuan serta relevansi dari pelaksanaan forum tersebut. Sebagai warga asli Surabaya yang lahir dan besar di daerah Jalan Kutei, serta hingga saat ini masih memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Surabaya, Heru mengaku merasa terkejut dengan seberapa cepat narasi negatif tersebut dapat menyebar dan diterima oleh sebagian kalangan.

Baca Juga :  LSM MAKI Jatim Dorong Integritas dan Semangat Pengabdian di Peringatan Hari Pahlawan 2025

“Aku iki heran rek, Suroboyo iku kota yang paling aman menurut aku dan kalaupun ada ulah premanisme, itu hanyalah ulah segelintir oknum saja serta kwantitasnya sangat bisa dihitung dengan jari,” tegas Heru saat menyampaikan pandangannya di depan para peserta acara.

Menurutnya, pihak berwenang – khususnya Walikota Surabaya – memiliki tanggung jawab besar untuk secara tegas dan jelas menyampaikan narasi utama yang menjadi landasan identitas kota ini. Yakni bahwa Surabaya tetaplah Kota Pahlawan yang kaya akan keanekaragaman budaya, di mana semangat Allahu Akbar terus bergelora sebagai dasar untuk bersatu membangun kota secara bersama-sama. Selain itu, semangat WANI dan DAMAI yang telah menjadi ciri khas bagi seluruh arek-arek Suroboyo sejak dahulu kala harus terus ditingkatkan dan dijadikan sebagai dasar utama dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat. Lebih jauh, Heru juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kurangnya hubungan sebab-akibat yang jelas antara pelaksanaan forum dengan pengusaha terhadap permasalahan premanisme yang digaungkan.

“Saya gagal paham apakah maksud diadakan forum tersebut karena untuk masalah keamanan dan kenyamanan, di Surabaya sangat banyak kantor Polsek, Polres dan Polda, di mana tupoksi kepolisian adalah menjadi sahabat arek Suroboyo untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan warga Suroboyo dalam melakukan aktivitas apapun,” jelas Heru dalam menjelaskan alasan di balik kritiknya terhadap kegiatan tersebut.

Untuk memberikan bukti nyata tentang kondisi keamanan dan keharmonisan yang sebenarnya terjadi di Kota Surabaya, sekaligus untuk menjawab berbagai dinamika psikososial yang muncul akibat narasi negatif tersebut, Heru dari MAKI Jatim secara tegas mengumumkan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan kegiatan Apel Siaga Akbar dengan tema “Arek Suroboyo WANI dan DAMAI”. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi barometer yang objektif untuk melihat bagaimana sebenarnya masyarakat Surabaya menyikapi berbagai permasalahan yang muncul di kota mereka, sekaligus sebagai upaya konkret untuk memperkuat citra bahwa Suroboyo tetaplah Kota Pahlawan yang aman, damai, dan penuh dengan semangat persatuan antar seluruh warganya.(Red)

Leave a Reply