HUT ke-81 RI, GIAN Bali Nyalakan Gerakan dari Keluarga: Persatuan Jadi Benteng Generasi dari Ancaman Narkotika

BALI, 17 Agustus 2026 —TOP BERITA NUSANTARA Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Provinsi Bali untuk kembali menyerukan penguatan persatuan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Ketua GIAN Provinsi Bali, Vera Susanti, S.Sos., C.Ps., C.HL., mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan semangat kemerdekaan sekadar seremoni, tetapi menerjemahkannya melalui aksi nyata membangun lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari narkotika.
Menurut Vera, perang terhadap penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat penegak hukum. Keluarga, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para kader di tingkat daerah memiliki peran penting dalam memperkuat pencegahan sejak dari lingkungan terdekat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kepedulian dan pengabdian nyata. Menjaga generasi muda dari penyalahgunaan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari keluarga dan lingkungan masing-masing untuk menciptakan generasi yang sehat, berkarakter dan memiliki masa depan,” ujar Vera.
Kader Daerah Jadi Garda Edukasi
Komitmen tersebut tercermin dari aktivitas kader DPD GIAN Kabupaten Buleleng yang terus mengambil bagian dalam kegiatan pencegahan dan sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Salah satunya adalah I Komang Arya Suardana, Ketua DPD GIAN Kabupaten Buleleng, yang memperoleh Piagam Integritas Pelopor Aksi Nasional P4GN sebagai Kader Pelopor Sosialisasi P4GN periode 2025–2026.
Piagam tersebut diberikan atas perannya sebagai kader pelopor sosialisasi P4GN sekaligus Ketua DPD GIAN Kabupaten Buleleng dalam menjalankan Aksi Nasional P4GN dan mendukung Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020. Piagam itu diterbitkan di Bogor pada 30 Juni 2026.
Vera menilai kiprah kader di daerah memiliki arti penting karena edukasi mengenai bahaya narkotika harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
“Para kader di daerah merupakan bagian penting dari gerakan bersama untuk memperluas edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika,” ujarnya.
Selain I Komang Arya Suardana, kader DPD GIAN Buleleng Desak Gede Utami Dewi, APP.SE., juga tercatat mengikuti kegiatan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan berstatus terdaftar dalam mendukung Asta Cita dan program direktif Presiden.
Kegiatan tersebut berlangsung selama empat jam pelajaran di Semarang pada 12 Februari 2026 dan diikuti dengan penerbitan sertifikat dari Direktorat Organisasi Kemasyarakatan.
Pencegahan Tak Boleh Berhenti di Tingkat Pemerintah
Vera memberikan apresiasi terhadap jajaran GIAN Buleleng yang dinilai terus bergerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus memperkuat kapasitas kader.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh kader GIAN Buleleng yang terus bergerak dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ini menunjukkan bahwa gerakan pencegahan narkotika harus hadir sampai ke tingkat masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap kiprah para kader tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran GIAN di Bali untuk meningkatkan kapasitas, memperluas sosialisasi, membangun sinergi lintas elemen, serta menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, membangun generasi yang tangguh tidak cukup hanya dengan memberikan peringatan mengenai bahaya narkotika. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga harus mampu menyediakan ruang yang sehat bagi anak-anak muda untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi.
Mengisi Kemerdekaan dengan Menjaga Generasi
Peringatan HUT ke-81 RI akhirnya menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian. Salah satunya adalah menjaga generasi bangsa agar tidak kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan narkotika.
GIAN Bali mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, kepedulian, dan pengabdian. Persatuan dan gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun sistem pencegahan yang berawal dari keluarga, kemudian bergerak ke lingkungan masyarakat dan organisasi.
“Menjaga generasi hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia.”
Semangat tersebut menjadi pesan utama GIAN Bali pada peringatan kemerdekaan tahun ini: bersatu, bergerak, dan bersinergi untuk menciptakan Indonesia yang sehat, kuat, produktif, dan semakin tangguh menghadapi ancaman narkotika.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Bersatu, Bergerak, Bersinergi untuk Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas narkotika (Har).
