Transformasi Pemasyarakatan Makin Masif, Lapas Mojokerto Bergerak Cepat Implementasikan Arahan Dirjenpas Demi Mewujudkan Layanan Berintegritas dan Keamanan yang Semakin Kokoh

MOJOKERTO, Rabu (29/7/2026) –TOP BERITA NUSANTARA Semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat melalui penguatan integritas aparatur, peningkatan profesionalisme, serta optimalisasi pelayanan publik. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto usai mengikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari konsolidasi nasional untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan sistem pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, itu diikuti oleh pejabat struktural beserta jajaran pegawai terkait. Pengarahan tersebut menjadi forum strategis dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke tingkat satuan kerja.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama penyelenggaraan pemasyarakatan yang harus terus dijaga secara konsisten. Seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat disiplin kerja, menjunjung tinggi integritas, serta menutup setiap celah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
Selain aspek keamanan, Mashudi juga menekankan pentingnya mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan agar mampu menghasilkan perubahan perilaku, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif, mandiri, dan taat hukum. Menurutnya, keberhasilan pembinaan merupakan indikator penting keberhasilan sistem pemasyarakatan modern yang mengedepankan pendekatan humanis dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan juga mengingatkan bahwa setiap aparatur pemasyarakatan harus bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, berkualitas, responsif, dan bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Integritas, loyalitas, dan dedikasi menjadi nilai utama yang wajib dipegang oleh seluruh insan pemasyarakatan dalam menjalankan amanah negara.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti pengarahan dengan penuh perhatian dan antusias. Berbagai arahan strategis yang disampaikan menjadi bahan evaluasi sekaligus pedoman bagi jajaran Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas sehari-hari, baik di bidang pengamanan, pembinaan, pelayanan, maupun administrasi.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa seluruh jajaran siap menerjemahkan setiap arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan ke dalam langkah-langkah nyata yang berorientasi pada peningkatan kualitas kinerja organisasi. Penguatan koordinasi internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penegakan disiplin, serta penguatan budaya kerja yang berintegritas akan terus menjadi prioritas dalam mendukung terciptanya layanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas.
Menurut Arifin, arahan tersebut menjadi energi baru bagi seluruh pegawai untuk terus berbenah dan memperkuat budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia meyakini bahwa reformasi pemasyarakatan hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur memiliki komitmen yang sama dalam menjaga profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Lapas Kelas IIB Mojokerto akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat keamanan dan ketertiban, mengoptimalkan pembinaan warga binaan, serta membangun tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, profesional, dan berintegritas sebagai bagian dari transformasi Pemasyarakatan yang berdampak bagi masyarakat,” tegas Arifin Akhmad.
Melalui pengarahan nasional tersebut, Lapas Kelas IIB Mojokerto menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mempercepat transformasi kelembagaan menuju sistem pemasyarakatan yang modern, humanis, adaptif, aman, dan terpercaya. Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas (Har).
