“Tanpa Kompromi di Balik Jeruji: Razia Gabungan Kanwil Ditjenpas Jatim Bongkar Kesiapan Rutan Kelas I Surabaya Wujudkan Zero Halinar”

Sidoarjo –Top Berita Nusantara Upaya memperkuat pengamanan dan menutup celah peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan razia gabungan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur dalam mewujudkan target zero Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkotika).
Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, bersama Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Efendi Wahyudi, serta Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo. Kegiatan ini melibatkan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Ditjenpas Jawa Timur bersama jajaran pengamanan rutan yang melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kamar hunian warga binaan.
Pelaksanaan razia ini merupakan implementasi dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika serta berbagai modus penipuan yang kerap berkembang di dalam lapas dan rutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari keberhasilan petugas yang sebelumnya menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang oleh seorang pengunjung pada pagi hari sebelum razia dilakukan.
Langkah tersebut menunjukkan adanya pola pengawasan berlapis yang terus diperkuat, mulai dari pintu masuk hingga area hunian, sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mencegah masuknya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa razia gabungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata dalam menjaga integritas dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari pelanggaran.
Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi peredaran barang terlarang di dalam lapas maupun rutan. Menurutnya, kekuatan utama dalam menjaga keamanan terletak pada deteksi dini, konsistensi pengawasan, serta sinergi antarpetugas di semua lini.
Kusnali juga mengapresiasi pelaksanaan razia yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur dalam memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan profesionalisme petugas, serta mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang semakin bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik (Har).
