Lintas Tembok Pengamanan Diperketat: Ditjenpas Jatim, TNI, dan Polri Bentuk “Tameng Bersama” di Rutan Nganjuk

NGANJUK, – TOP BERITA NUSANTARA Upaya memperkuat sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Apel Gabungan yang digelar di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk, Minggu malam (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi simbol penguatan sinergi lintas institusi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Militer, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Apel gabungan dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur ,M Ulin Nuha. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tantangan pengamanan pemasyarakatan saat ini semakin kompleks dan dinamis, sehingga membutuhkan kolaborasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga operasional yang kuat di lapangan.
Ia menekankan bahwa koordinasi antarinstansi merupakan kunci utama dalam menutup celah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), baik di dalam lapas maupun rutan. Karena itu, setiap unsur pengamanan dituntut untuk bekerja secara terpadu, responsif, dan memiliki kesamaan persepsi dalam menjaga stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Plh. Kakanwil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan serta unsur TNI, Polisi Militer, dan Polri yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta komitmen tinggi dalam mendukung tugas pengamanan. Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pengamanan pemasyarakatan di Jawa Timur.
Apel gabungan ini juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran narkoba, penyelundupan handphone ilegal, serta praktik pungutan liar yang dapat merusak integritas sistem pemasyarakatan.
Melalui sinergi yang diperkuat dalam kegiatan ini, seluruh unsur pengamanan diharapkan mampu bergerak dalam satu komando yang solid, terkoordinasi, dan terukur. Hal tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan.
Lebih jauh, apel gabungan ini menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh aparat negara. Kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai strategi efektif untuk mempersempit ruang gerak potensi gangguan sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Dalam konteks reformasi pemasyarakatan, sinergi antara Ditjenpas Jawa Timur, TNI, Polri, dan Polisi Militer menjadi langkah penting dalam membangun sistem pengamanan yang lebih kuat, adaptif, dan berintegritas. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, aman, serta mendukung proses pembinaan yang lebih optimal bagi warga binaan.
Kegiatan apel di Rutan Kelas IIB Nganjuk ini sekaligus menjadi penegasan bahwa penguatan keamanan pemasyarakatan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas hukum dan ketertiban umum di Jawa Timur. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan seluruh potensi gangguan dapat dicegah sejak dini, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan bebas dari segala bentuk pelanggaran (Har).
