PEMERINTAH DESA BERSAMA WARGA MENGGELAR HIBURAN PEMENTASAN LUDRUK DI LAPANGAN DESA TEMPURAN KECAMATAN PUNGGING

Pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 mulai jam 20.00 WIB. sampai dengan hari Minggu (28 Juni 2026) dini hari, bertempat di Lapangan Desa Tempuran Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto ada kegiatan dalam rangkaian puncak acara Ruwah Desa yaitu dengan menampilkan hiburan pementasan kesenian Ludruk yang digelar oleh Pemerintah Desa bersama warga Desa Tempuran, yang dikunjungi atau ditonton oleh ratusan orang, baik penonton dari warga Desa Tempuran maupun dari luar Desa Tempuran. Dan juga pedagang Kaki Lima yang mengais rejeki dari jualan makanan dan minuman serta penyedia hiburan untuk anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ISPADI (Kepala Desa Tempuran), Muhammad Mustofa, S.Kom. (SEKDES) bersama Perangkat Desa Tempuran, Kasan Bisri (Ketua) Panitia Kegiatan Ruwah Desa bersama anggota, BPD dan LPM Desa Tempuran, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, RT & RW serta Karang Taruna Desa Tempuran, BHABINKAMTIBMAS Desa Tempuran dan beberapa Anggota POLSEK Pungging, BABINSA Tempuran, Beberapa Anggota SATLINMAS Desa Tempuran, Seniman- Seniwati (pemain) Ludruk Karya Baru, Ratusan warga masyarakat yang menonton pementasan hiburan Ludruk, dan Tamu undangan.

Ruwah Desa atau Sedekah Bumi adalah tradisi turun- temurun masyarakat Jawa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang melimpah. Untuk kegiatan Ruwah Desa di Desa Tempuran ini, kegiatan kerja bakti bersih-bersih desa, kenduri (makan-makan bersama), dengan cara berkumpul warga mendo’akan keselamatan desa dan mengenang para leluhur. Acara Ruwah Desa ini digelar setiap tahun sekali di Bulan Ruwah oleh warga Desa Tempuran.
Sedangkan untuk malam hari ini Sabtu (27 Juni 2026) adalah merupakan puncak kegiatan dalam rangkaian acara Ruwah Desa Tempuran dengan mendatangkan / menyuguhkan penampilan / pementasan hiburan kesenian Ludruk Karya Baru Pimpinan Bpk. Mulyono dari Mojokerto, yang mengambil lakon (cerita rakyat) Pendekar Gunung Kelud. Ratusan penontonya membludak memadati area Lapangan Desa Tempuran. Para penonton merasa sangat bergembira sekali dalam menikmati tontonan / hiburan kesenian Ludruk yang sudah kondang ini.
Tradisi Ruwah Desa di Desa Tempuran Kecamatan Pungging ini adalah wujud syukur dan sarana pelestarian budaya. Mengingat biaya untuk pentas Ludruk telah didanai penuh oleh Kas Desa, warga Desa Tempuran dibebaskan dari iuran (swadaya) untuk menikmati hiburan kesenian rakyat khas Jawa Timur ini. Penyelenggaraan kesenian Ludruk ini adalah puncak rangkaian acara kemeriahan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat. Pelaksanaannya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga desa.
Menurut keterangan dari salah satu warga Desa Tempuran mengatakan: “Setiap tahun sekali di Lapangan Desa Tempuran ini untuk kegiatan Ruwah Desa. Desa Tempuran selalu nanggap Ludruk, karena warga Desa Tempuran sangat senang menonton pementasan Ludruk. Apalagi warga Desa Tempuran tidak pernah dimintai urunan untuk nanggap Ludruk, dan semua biaya untuk nanggap Ludruk ini sudah dijamin atau biayanya sudah ditanggung oleh Desa Tempuran.” (B.Pwk.)
