PADI KIRIM SINYAL PERUBAHAN BESAR DARI SURABAYA: BURLIAN SYAFEI AJAK KADER BANGUN INDONESIA DENGAN POLITIK BERBASIS KARAKTER DAN PERADABAN

SURABAYATOP BERITA NUSANTARA Gelombang semangat kebangkitan politik kebangsaan menggema dari Kota Pahlawan. Dalam forum konsolidasi nasional bertajuk Temu Silaturahim yang mempertemukan jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Provinsi (DPP), serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) se-Jawa Timur, Presiden PADI Mayjen TNI AD (Purn) Burlian Syafei menegaskan perlunya transformasi besar dalam dunia politik Indonesia melalui pembangunan karakter, penguatan moralitas, dan pengembalian demokrasi kepada nilai-nilai luhur bangsa.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Hersya Front One Surabaya, Minggu (31/5/2026), menjadi salah satu forum strategis partai dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan politik yang lebih berorientasi pada kepentingan rakyat dan pembangunan peradaban bangsa.

Sejak pagi hingga siang hari, ratusan kader dan pengurus partai dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat dengan pesan kebangsaan. Hadir dalam kesempatan tersebut Presiden PADI Burlian Syafei, jajaran pimpinan nasional partai, pengurus DPP PADI Jawa Timur, Ketua DPD PADI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Burlian Syafei menegaskan bahwa Partai Amanat Demokrasi Indonesia dibentuk bukan sekadar sebagai organisasi politik yang berorientasi pada kontestasi pemilu atau perebutan kekuasaan. Menurutnya, PADI hadir sebagai gerakan kebangsaan yang bertujuan menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia yang berdaulat, bermartabat, dan berkepribadian.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, melainkan krisis karakter yang perlahan menggerus integritas, moralitas, dan semangat persatuan nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, memiliki sumber daya manusia yang besar, dan memiliki potensi yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun semua itu tidak akan memberikan hasil maksimal apabila karakter bangsa mengalami kemunduran,” ujar Burlian.

Baca Juga :  Warga Mengeluh", Parkir Liar Parang Kusumo Mempersepit Akses Jalan Umum

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini berakar dari melemahnya nilai-nilai moral dan kebangsaan. Fenomena korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, konflik sosial, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik menjadi indikator bahwa pembangunan karakter harus menjadi prioritas utama.

Karena itu, Burlian mengajak seluruh kader PADI untuk menjadi pelopor perubahan melalui pendekatan politik yang beretika, bermoral, dan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

“Perubahan tidak dimulai dari kebijakan semata. Perubahan dimulai dari manusia. Ketika karakter manusia diperkuat, maka lahirlah pemimpin yang berintegritas, masyarakat yang beradab, dan negara yang kuat,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Burlian juga menekankan pentingnya menjadikan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman utama dalam menjalankan kehidupan politik. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui kerja nyata dan pengabdian kepada rakyat.

Lebih jauh, ia kembali mengangkat konsep Trisakti sebagai fondasi perjuangan partai. Menurutnya, prinsip berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan harus menjadi arah pembangunan nasional yang konsisten dijalankan oleh seluruh elemen bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga identitasnya. Kita tidak boleh kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi. Budaya, sejarah perjuangan, dan nilai-nilai luhur bangsa harus tetap menjadi kompas dalam menentukan arah masa depan Indonesia,” katanya.

Burlian juga menekankan bahwa politik seharusnya menjadi instrumen pemersatu bangsa dan sarana memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Politik tidak boleh terjebak dalam kepentingan jangka pendek yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPP PADI Jawa Timur, Subani Suryo Atmojo, menyatakan bahwa Jawa Timur siap mengambil peran strategis sebagai pusat penguatan gerakan politik berbasis karakter yang diusung oleh PADI.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Dorong Penguatan Kapasitas LSM Lewat Workshop Sinergi Dua Hari di Kota Batu

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kekuatan sosial, budaya, dan sejarah perjuangan yang sangat besar sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak kebangkitan politik kebangsaan di Indonesia.

“Jawa Timur bukan hanya menjadi basis konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan-gagasan besar yang akan memperkuat perjuangan partai di tingkat nasional. Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Subani.

Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran PADI Jawa Timur akan terus memperluas program kaderisasi, pendidikan politik, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan politik, tetapi juga integritas, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan yang kuat.

Forum silaturahim tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis terkait penguatan struktur organisasi, peningkatan kualitas sumber daya kader, serta perluasan program-program kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Selain itu, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk menjaga soliditas partai, memperkuat semangat persatuan, dan mengawal perjuangan organisasi sesuai amanat konstitusi serta nilai-nilai Pancasila.

Melalui konsolidasi besar yang berlangsung di Surabaya ini, PADI menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi dan politik semata, tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam membangun karakter, menjaga persatuan, dan mempertahankan identitas nasional.

Dari Kota Pahlawan, pesan perubahan itu dikumandangkan dengan tegas: politik harus kembali menjadi jalan pengabdian, alat perjuangan rakyat, dan fondasi pembangunan peradaban bangsa. Dengan semangat tersebut, PADI optimistis dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, berkarakter, serta mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila (Har).

Leave a Reply