“Jatim Guncang Sistem Karantina Nasional” Khofifah Resmikan Puspa Agro Terpadu, Standar Baru Pengawasan Komoditas Indonesia Dimulai

Sidoarjo-Top Berita Nusantara Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Karantina Indonesia resmi meresmikan Instalasi Karantina Terpadu di kawasan Puspa Agro, Sidoarjo, pada Jumat (8/5). Fasilitas ini menandai sejarah baru karena menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia yang menyatukan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu kawasan terintegrasi.
Peresmian dilakukan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Sokhib, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah, pelaku usaha, hingga asosiasi logistik dan sektor pertanian yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai distribusi nasional.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Karantina Indonesia menegaskan bahwa kehadiran instalasi terpadu ini merupakan momentum penting dalam reformasi besar sistem karantina nasional. Seluruh layanan yang sebelumnya terpisah kini disatukan dalam satu kawasan untuk menciptakan proses yang lebih cepat, efisien, dan terukur.
“Ini adalah instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia. Semua layanan kini berada dalam satu kawasan agar pengujian lebih cepat, efisien, dan biaya logistik bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem baru ini akan memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas antarnegara maupun antarpulau, mencakup hewan, ikan, dan tumbuhan yang memiliki peran vital dalam perdagangan nasional dan internasional.
Selain efisiensi, konsep terpadu ini juga dirancang untuk menghadirkan sistem pengawasan yang lebih transparan, responsif, dan ramah bagi pelaku usaha, tanpa mengurangi ketatnya perlindungan terhadap sumber daya hayati Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Badan Karantina Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan penuh dalam penyediaan lahan strategis serta pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Puspa Agro.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, Sokhib, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja panjang sejak 2013 melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Setelah melalui berbagai tahap pengembangan, fasilitas ini kembali diaktifkan pada 30 Maret 2026 sebagai pusat layanan modern terpadu.
Dengan luas lahan 2,8 hektare, kawasan Puspa Agro kini difungsikan sebagai pusat pemeriksaan komoditas yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Reaktivasi ini melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, BUMD, serta mitra karantina dan sektor logistik.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat utama arus perdagangan nasional dan internasional. Tingginya volume pergerakan komoditas yang mencapai ratusan ribu transaksi setiap tahun menjadi alasan penting perlunya sistem karantina yang lebih modern dan terintegrasi.
“Jawa Timur adalah pintu utama perdagangan Indonesia Timur. Instalasi ini menjadi bagian dari strategi besar Gerbang Baru Nusantara untuk memperkuat konektivitas ekonomi nasional,” tegas Khofifah.
Ia juga menilai kehadiran Badan Karantina Indonesia sebagai lembaga tunggal pada 2024 merupakan langkah strategis dalam menyatukan sistem karantina nasional yang sebelumnya terfragmentasi.
Dengan diresmikannya Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro, Jawa Timur kini menegaskan posisinya sebagai pelopor transformasi sistem karantina Indonesia. Pemerintah berharap fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengawasan, tetapi juga mempercepat arus perdagangan, menekan biaya logistik, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah ketatnya kompetisi global (Har).
