“Dari Lapas ke Layanan Kelas Dunia: Rutan Gresik Guncang Birokrasi dengan Inovasi SIGAP SEHAT dan SADEWA”

Gresik – Top Berita Nusantara Reformasi birokrasi di sektor pemasyarakatan kembali menunjukkan gebrakan nyata. Rutan Gresik di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur tampil progresif dengan menghadirkan dua inovasi unggulan, SIGAP SEHAT dan SADEWA, sebagai strategi percepatan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.
Langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan transformasi menyeluruh dalam pola pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat serta warga binaan.
SIGAP SEHAT (Sistem Integrasi Gerak Aktif Pelayanan Sehat) menjadi simbol perubahan pendekatan layanan kesehatan di dalam rutan. Jika sebelumnya layanan bersifat pasif, kini petugas kesehatan justru aktif turun langsung ke blok hunian. Pemeriksaan rutin, pemantauan kondisi kesehatan, konsultasi medis, hingga distribusi obat dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.
Model “jemput bola” ini terbukti mampu mempercepat deteksi dini berbagai gangguan kesehatan sekaligus menekan risiko keterlambatan penanganan medis. Dengan kontrol harian yang sistematis, kualitas kesehatan warga binaan dapat dipantau secara lebih akurat dan menyeluruh.
Di sisi lain, SADEWA (Satu Solusi dengan WhatsApp) menghadirkan revolusi digital dalam pelayanan publik. Melalui platform WhatsApp, masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan hanya melalui perangkat seluler—mulai dari pendaftaran kunjungan, pengurusan administrasi, hingga layanan konsultasi dan pengaduan.
Digitalisasi ini secara signifikan memangkas rantai birokrasi yang selama ini dikenal berbelit. Proses menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan, sekaligus membuka ruang komunikasi dua arah yang lebih responsif antara masyarakat dan petugas.
Tak hanya berhenti pada inovasi berbasis sistem, Rutan Gresik juga melakukan penyempurnaan layanan kunjungan. Waktu pendaftaran online kini diperluas dari H-1 menjadi H-4 sebelum jadwal kunjungan, memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat. Selain itu, durasi kunjungan yang sebelumnya terbatas 15 menit kini ditingkatkan menjadi 20 menit, menghadirkan ruang interaksi yang lebih manusiawi antara warga binaan dan keluarga.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa seluruh inovasi ini merupakan bagian dari perubahan budaya kerja yang berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar formalitas administratif.
“Zona Integritas tidak boleh berhenti pada dokumen atau slogan. Harus ada dampak yang benar-benar dirasakan. SIGAP SEHAT dan SADEWA kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas layanan serta komitmen untuk terus berinovasi. Evaluasi berkala dan pengembangan sistem akan terus dilakukan agar target meraih WBBM 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan.
Transformasi yang dilakukan Rutan Gresik menunjukkan bahwa perubahan besar dalam birokrasi bisa dimulai dari level satuan kerja. Melalui SIGAP SEHAT dan SADEWA, wajah pemasyarakatan kini bergerak menuju sistem yang lebih modern, humanis, dan akuntabel.
Di tengah tuntutan publik akan pelayanan yang bersih dan profesional, langkah Rutan Gresik menjadi bukti bahwa reformasi bukan sekadar wacana—melainkan aksi nyata yang mampu membangun kepercayaan dan menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat (Har).
