Tanpa Ampun HALINAR, Rutan Surabaya Kunci Integritas dan Gencarkan Bersih-Bersih Total dari Narkoba dan Praktik Ilegal

SIDOARJOTOP BERITA NUSANTARA Komitmen keras untuk menutup rapat segala bentuk praktik ilegal di lingkungan pemasyarakatan kembali ditegaskan oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, melalui apel pagi yang dirangkaikan dengan deklarasi pemberantasan HALINAR (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba), Rabu (22/4). Kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa upaya pembersihan internal dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Seluruh jajaran Rutan Surabaya, dari staf administrasi hingga petugas pengamanan, turut ambil bagian dalam deklarasi tersebut. Mereka menyatakan komitmen bersama untuk menjaga profesionalitas serta integritas, sekaligus memperkuat pengawasan guna memastikan tidak ada celah bagi praktik menyimpang di lingkungan kerja.

Deklarasi HALINAR tidak sekadar menjadi simbol, tetapi merupakan langkah konkret dalam memperkuat sistem pengendalian internal. Fokus diarahkan pada pencegahan masuknya barang terlarang seperti handphone ilegal, penghapusan pungutan liar, serta pemberantasan total peredaran narkoba yang dapat merusak sistem pemasyarakatan.

Sebagai unit di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rutan Surabaya terus mendorong reformasi kelembagaan berbasis transparansi dan akuntabilitas. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi menuju sistem pemasyarakatan yang lebih modern dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam arahannya, Tristiantoro menegaskan bahwa integritas petugas merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang toleransi terhadap pelanggaran dalam bentuk apa pun.

“Komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari. Zero HALINAR bukan hanya slogan, tetapi prinsip kerja yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan pemberantasan HALINAR akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Lingkungan yang bersih dari praktik ilegal akan menciptakan sistem yang lebih profesional, transparan, dan mampu membangun kepercayaan publik.

Baca Juga :  Energi Kebersamaan dari Lapangan Lomba: HBP ke-62 Jadi Momentum Recharging Integritas Pemasyarakatan Jatim

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas di lingkungan pemasyarakatan. Dengan penguatan nilai-nilai tersebut, Rutan Surabaya terus bergerak menuju institusi yang tidak hanya kuat dalam pengamanan, tetapi juga unggul dalam pelayanan.

Melalui deklarasi ini, Rutan Surabaya menegaskan arah perubahan yang jelas: menghadirkan sistem pemasyarakatan yang bebas dari praktik menyimpang, berlandaskan integritas, serta mampu menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya(Har).

Leave a Reply