Rotasi Jabatan Pemasyarakatan Jatim Dipercepat, 70 Pejabat Siap Emban Amanah Baru dan Perkuat Kinerja

Sidoarjo, Senin (13/4) —Top Berita Nusantara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Dewan Pengurus Wilayah Dharma Wanita Persatuan serta pejabat manajerial dan non manajerial. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi tonggak penting dalam mendorong peningkatan profesionalisme dan integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Acara diawali dengan pelantikan pengurus Dharma Wanita Persatuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran organisasi ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja pegawai, terutama dalam aspek kesejahteraan keluarga serta memperkuat kebersamaan di internal instansi.
Memasuki inti kegiatan, prosesi sertijab pejabat manajerial dan non manajerial dilaksanakan secara tertib dan sarat makna. Sebanyak 70 pejabat administrator resmi mengikuti rangkaian ini, dengan 63 orang hadir langsung di lokasi dan 7 lainnya bergabung secara virtual. Keterlibatan penuh seluruh peserta mencerminkan kesiapan dan kesungguhan dalam menerima tanggung jawab baru.
Pergantian jabatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi juga menjadi titik awal bagi para pejabat untuk menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta pembinaan di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur. Harapan besar disematkan agar setiap pejabat mampu membawa inovasi dan kinerja optimal sesuai dengan bidang tugasnya.
Selain itu, pelantikan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan karier yang berkelanjutan, guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Penempatan yang tepat diharapkan mampu menciptakan keseimbangan organisasi sekaligus memperkuat efektivitas kerja di setiap lini.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, dalam arahannya menekankan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Ia menyebutkan bahwa proses sertijab dilaksanakan dalam kurun waktu enam hari kerja, dengan rencana rotasi lanjutan dalam 1,5 hingga 2 tahun mendatang.
“Setiap keputusan pasti menimbulkan beragam perasaan. Namun yang utama adalah bagaimana kita tetap solid, menjaga komitmen, dan memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan, khususnya dalam memberantas peredaran narkoba,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di lingkungan pemasyarakatan semakin kompleks, terutama terkait upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat, integritas tinggi, serta konsistensi dari seluruh jajaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, diharapkan semangat baru yang terbangun dapat menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kinerja pemasyarakatan di Jawa Timur. Komitmen kolektif yang terus dijaga diyakini akan mampu menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, dan berintegritas (Har).
