GIAN Percepat Pembangunan The Sanctuary Integrated Wellness Centre: Pusat Rehabilitasi Nasional Berbasis Humanis Disiapkan Menjadi Episentrum Gerakan P4GN Indonesia

CIANJUR, 17 Juli 2026 –TOP BERITA NUSANTARA Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Indonesia Anti Narkotika (DPP GIAN) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan mempercepat tahapan pembangunan The Sanctuary Integrated Wellness Centre, sebuah pusat rehabilitasi terpadu yang diproyeksikan menjadi pusat komando gerakan P4GN berbasis rehabilitasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan survei lahan di kawasan Blok Cikoyom, Desa Sukaresmi, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GIAN, R. Guntur Eko Widodo, bersama jajaran tim kerja sebagai bagian dari tahapan strategis menuju realisasi proyek yang diharapkan menjadi salah satu pusat rehabilitasi narkotika terintegrasi terbesar di Indonesia.

Langkah percepatan tersebut merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama investasi yang telah ditandatangani pada 12 April 2026 di Sentul City, Bogor, antara Ketua Umum DPP GIAN R. Guntur Eko Widodo dengan Rudi Irawan, Owner sekaligus Presiden Komisaris PT Inti Nusa Capital.

Survei lapangan juga menjadi tindak lanjut hasil pertemuan antara DPP GIAN dan tim investor pada 14 Juli 2026 yang menetapkan penentuan lokasi sebagai prioritas utama sebelum memasuki tahapan administrasi, pembebasan lahan, serta proses investasi lanjutan.

Survei Lahan Menjadi Penentu Penyusunan Feasibility Study

Ketua Umum DPP GIAN, R. Guntur Eko Widodo, menjelaskan bahwa survei tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data teknis lokasi dapat dimasukkan ke dalam dokumen Feasibility Study (FS) sebagai syarat penting sebelum proyek memasuki tahap berikutnya.

Menurutnya, penyampaian dokumen lokasi kepada investor telah memiliki tenggat waktu yang harus dipenuhi.

Baca Juga :  MIO Indonesia Mantapkan Profesionalisme dan Transformasi Digital Media, Ketua Umum IPJI Akan Hadir di HUT MIO Indonesia

> “Survei lokasi lahan ini kami laksanakan hari ini karena pada Senin, 20 Juli 2026, DPP GIAN harus menyerahkan dokumen detail mengenai lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan. Dokumen tersebut menjadi lampiran penting dalam Feasibility Study The Sanctuary Integrated Wellness Centre yang akan disampaikan kepada PT Inti Nusa Capital,” ujar Guntur Eko Widodo.

 

Ia menegaskan bahwa percepatan proses tersebut merupakan bentuk keseriusan seluruh pihak dalam merealisasikan pusat rehabilitasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penanggulangan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Investor Siapkan Tahapan Due Diligence

Komitmen terhadap proyek ini juga datang dari pihak investor.

Komisaris PT Inti Nusa Capital, Tara Irawan, menyampaikan bahwa konsep pembangunan The Sanctuary Integrated Wellness Centre dinilai memiliki prospek yang sangat baik dan layak untuk dikembangkan sebagai model rehabilitasi terpadu di Indonesia.

Tahapan berikutnya akan memasuki proses Due Diligence (uji tuntas) sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek hukum, teknis, administratif, dan investasi sebelum dilakukan penandatanganan MoU teknis secara notarial.

Setelah lokasi ditetapkan, proses pembebasan lahan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai hasil kajian teknis dan regulasi yang berlaku.

Menghadirkan Konsep Rehabilitasi Terpadu Berbasis Humanis

The Sanctuary Integrated Wellness Centre dirancang sebagai pusat rehabilitasi modern yang mengedepankan pendekatan humanis dan holistik.

Program rehabilitasi tidak hanya difokuskan pada pemulihan ketergantungan narkotika, tetapi juga mencakup layanan kesehatan fisik, psikologis, sosial, spiritual, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para penyintas.

Konsep tersebut disusun bersama tim akademisi yang dikoordinasikan oleh Prof. Dr. Drs. Sutarto Wijono, M.A., Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Keterlibatan kalangan akademisi diharapkan mampu memperkuat dasar ilmiah penyelenggaraan rehabilitasi sehingga sistem pelayanan yang diterapkan memenuhi standar profesional, berbasis penelitian, serta berorientasi pada keberhasilan pemulihan jangka panjang.

Baca Juga :  GIAN Tegaskan Sikap Tolak Legalisasi Ganja, Dorong Penindasan Maksimal dan Pemusnahan Tanpa Pengecualian

Soliditas Organisasi Menjadi Kekuatan Utama

Dalam pelaksanaan survei, Ketua Umum DPP GIAN didampingi sejumlah pengurus dan tokoh organisasi, di antaranya Agung Hidayat dari unsur Pembina/Dewan Penasehat GIAN, H. Irfan Arif, SH selaku Ketua LBH GIAN Nasional, serta Siti Aisyah selaku Ketua DPW GIAN Provinsi Sumatera Selatan.

Guntur menyampaikan apresiasi atas soliditas seluruh jajaran yang dinilainya menjadi modal utama dalam mempercepat realisasi program nasional tersebut.

Menurutnya, sinergi antara unsur organisasi, akademisi, investor, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pusat rehabilitasi yang profesional dan berkelanjutan.

Diproyeksikan Menjadi Pusat Komando Nasional P4GN

Lebih dari sekadar fasilitas rehabilitasi, The Sanctuary Integrated Wellness Centre diproyeksikan menjadi Pusat Komando Aksi Nasional P4GN yang akan mengintegrasikan berbagai program strategis, mulai dari pencegahan, rehabilitasi, advokasi, penelitian, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Melalui pusat tersebut, DPP GIAN berharap mampu membangun model kolaborasi nasional yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai elemen bangsa dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.

Fokus pada Pemulihan Menyeluruh dan Reintegrasi Sosial

R. Guntur Eko Widodo menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya ketergantungan terhadap narkotika, tetapi juga dari keberhasilan penyintas menjalani kehidupan baru secara mandiri.

Oleh sebab itu, The Sanctuary Integrated Wellness Centre akan mengembangkan berbagai program pascarehabilitasi yang meliputi pembinaan keterampilan kerja, penguatan karakter, pendampingan psikososial, pendidikan kewirausahaan, hingga reintegrasi ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

> “Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya pulih, tetapi benar-benar siap kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sehingga menjadi pribadi yang produktif, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” tegas Guntur.

Baca Juga :  Ketua DPD LBH PHIGMA Provinsi Jawa Timur dan Segenap Pengurus Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda 2025

 

Menjadi Tonggak Baru Penguatan Gerakan Anti Narkotika Nasional

Dimulainya survei lahan di Kabupaten Cianjur menandai dimulainya tahapan penting pembangunan The Sanctuary Integrated Wellness Centre sebagai proyek strategis DPP GIAN dalam mendukung penguatan program nasional P4GN.

Melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, akademisi, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan sistem rehabilitasi yang modern, terpadu, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada pemulihan manusia secara utuh.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, The Sanctuary Integrated Wellness Centre diharapkan tidak hanya menjadi pusat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika, tetapi juga menjadi model nasional dalam pengembangan layanan rehabilitasi berkelanjutan, pusat edukasi antinarkotika, serta simbol komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika (Smd).

Leave a Reply