“Bodak Jadi Saksi Awal Konsolidasi Akar Rumput, PKN Kabupaten Kediri Rajut Kepercayaan Warga: Hadi Susanto Buka Peta Kolaborasi Baru dari Dusun”

KEDIRI – TOP BERITA NUSANTARA Suara masyarakat dari tingkat dusun kembali menjadi pusat perhatian dalam upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara organisasi dan warga. Musyawarah bersama masyarakat Dusun Bodak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa malam (7/7/2026), menjadi momentum penting bagi Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Kediri untuk membuka ruang dialog, menyerap aspirasi, serta memperkuat fondasi hubungan berbasis kepercayaan.
Pertemuan tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang PKN Kabupaten Kediri, Hadi Susanto, SH, CPP, C.CPL, yang hadir langsung berdiskusi dengan masyarakat Dusun Bodak. Dalam suasana penuh keterbukaan dan kekeluargaan, warga menyampaikan berbagai pandangan, harapan, serta pertanyaan mengenai arah kerja sama dan kontribusi bersama antara masyarakat dengan PKN.
Dusun Bodak dengan mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan peternak menjadi gambaran nyata kekuatan masyarakat akar rumput yang masih memegang erat nilai gotong royong. Warga menilai semangat kebersamaan tersebut dapat menjadi modal besar dalam membangun jaringan komunikasi serta menciptakan sinergi yang lebih luas.
Musyawarah tersebut tidak hanya menjadi forum pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan, memperkuat kepercayaan, dan membuka peluang kerja sama antara PKN Kabupaten Kediri dengan masyarakat di tingkat dusun.
Warga Bodak Minta PKN Hadir dengan Langkah Nyata
Dalam dialog terbuka tersebut, salah satu pembahasan utama yang muncul adalah mengenai bentuk kontribusi nyata PKN dalam membantu memperkenalkan organisasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Warga menyampaikan bahwa sebuah organisasi akan semakin mudah diterima apabila mampu hadir secara langsung melalui komunikasi terbuka, keterlibatan nyata, serta kegiatan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Kontribusi apa yang akan diberikan PKN kepada kami untuk membantu memperkenalkan PKN secara lebih luas? Karena tanpa kontribusi nyata, dukungan yang ada tidak akan bisa berjalan,” menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan warga dalam musyawarah tersebut.
Menurut masyarakat, keberadaan organisasi tidak cukup hanya melalui struktur internal, tetapi juga perlu dibangun dengan hubungan langsung bersama warga agar tercipta pemahaman dan kepercayaan.
Selain itu, warga Dusun Bodak juga menyampaikan harapan agar Ketua Pimpinan Cabang PKN Kabupaten Kediri dapat hadir langsung melakukan kegiatan sosialisasi di wilayah mereka, seperti yang sebelumnya telah dilakukan di Dusun Tanimulyo.
Keinginan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang komunikasi langsung agar dapat memahami lebih jauh mengenai tujuan, visi, serta arah perjuangan organisasi.
Hadi Susanto: Kepercayaan Dibangun Melalui Proses Panjang
Menanggapi berbagai aspirasi warga, Hadi Susanto menyampaikan apresiasi atas pertanyaan dan masukan yang diberikan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara organisasi dan warga.
Hadi menjelaskan bahwa makna kontribusi memiliki cakupan yang luas. Kontribusi tidak hanya berbentuk dukungan tertentu, tetapi juga mencakup keterlibatan masyarakat dalam memahami organisasi, membangun komunikasi, serta ikut menciptakan hubungan yang saling menguatkan.
Menurutnya, langkah paling awal yang harus dibangun adalah pemahaman bersama mengenai PKN, mulai dari mengenal struktur kepengurusan, visi, hingga misi organisasi.
Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan informasi secara benar kepada lingkungan sekitar tanpa adanya kesalahpahaman.
“Kontribusi awal yang paling mendasar justru sudah dimulai dari pertemuan ini, yaitu kita saling mengenal. Setelah memahami PKN, Bapak/Ibu bisa menyampaikan hal yang benar kepada tetangga dan masyarakat sekitar,” ujar Hadi.
Sosialisasi Bodak Dibuka, Hadi Siap Turun Langsung
Menjawab harapan masyarakat terkait kegiatan sosialisasi di Dusun Bodak, Hadi Susanto menyatakan kesediaannya untuk hadir secara langsung apabila waktu dan mekanisme kegiatan telah disepakati bersama.
Ia menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dapat dikoordinasikan dengan Pak Dwi untuk membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari waktu pelaksanaan, jumlah peserta, pihak yang akan diundang, hingga metode penyampaian yang paling sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
“Kita bahas bersama mekanismenya, kapan pelaksanaan, siapa saja yang diundang, jumlah peserta, dan bahasa apa yang paling tepat digunakan. Saya sendiri bersedia hadir jika jadwal sudah disepakati,” jelas Hadi.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen PKN Kabupaten Kediri untuk membuka komunikasi lebih luas melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.
Dari Dialog Dusun Menuju Langkah Lebih Besar
Dalam kesempatan tersebut, Hadi Susanto menegaskan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak selalu dimulai dari kegiatan besar, tetapi dari langkah sederhana berupa komunikasi, saling mengenal, dan membangun kepercayaan.
Menurutnya, ketika masyarakat telah memahami organisasi dan ikut membantu menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar, hal tersebut sudah menjadi kontribusi yang memiliki nilai besar.
Ia menjelaskan bahwa apabila ke depan diperlukan agenda dengan jumlah peserta lebih besar, termasuk kegiatan sosialisasi yang melibatkan ratusan warga, maka seluruh persiapan dapat dirancang bersama berdasarkan kebutuhan dan perencanaan yang matang.
Bagi Hadi, kepercayaan masyarakat bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara instan. Kepercayaan harus tumbuh melalui proses panjang yang dibangun dengan keterbukaan, konsistensi, dan kebersamaan.
PKN Kabupaten Kediri Perkuat Jembatan Komunikasi Warga
Musyawarah bersama masyarakat Dusun Bodak menjadi bagian dari langkah PKN Kabupaten Kediri dalam memperkuat hubungan langsung dengan masyarakat akar rumput.
Melalui dialog tersebut, berbagai aspirasi, harapan, serta kebutuhan warga dapat menjadi masukan dalam menentukan langkah organisasi ke depan.
Pertemuan di Dusun Bodak menjadi gambaran bahwa kekuatan organisasi tidak hanya berada pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan dan kepercayaan bersama masyarakat.
Dengan membuka ruang dialog dan memperkuat kolaborasi, PKN Kabupaten Kediri berupaya menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan warga serta membangun partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam perjalanan organisasi ke depan (Smd).
