Kurban Jadi Jembatan Kepedulian, Ditjenpas Jatim Perkuat Ikatan Sosial dengan Warga Lewat Aksi Nyata Idul Adha

SIDOARJO, — TOP BERITA NUSANTARA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (30/5/2026) tersebut digelar di lingkungan kantor wilayah dengan suasana penuh kebersamaan, khidmat, serta semangat gotong royong antarpegawai.
Pada tahun ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur melaksanakan penyembelihan dua ekor kambing yang prosesnya dilakukan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, bersama jajaran pegawai.
Keterlibatan langsung pimpinan dalam proses penyembelihan menjadi simbol kebersamaan dan keteladanan dalam pelaksanaan ibadah kurban. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan sarat nilai spiritual, mencerminkan semangat kolektif seluruh jajaran Ditjenpas Jawa Timur dalam memaknai Idul Adha sebagai momentum penguatan keimanan sekaligus pengabdian sosial.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian dikemas secara gotong royong oleh para pegawai dan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kantor wilayah. Pembagian ini menjadi bentuk nyata kepedulian Ditjenpas Jawa Timur terhadap warga sekitar, sekaligus upaya mempererat hubungan antara institusi pemerintah dan masyarakat.
Pelaksanaan kurban tersebut tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan dalam lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, Ditjenpas Jawa Timur menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada fungsi administratif dan pembinaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
M. Ulin Nuha menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar ritual keagamaan. Menurutnya, kurban merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa empati, memperkuat keikhlasan, serta membangun kepedulian sosial yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja aparatur negara.
“Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial yang harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari budaya kerja di lingkungan Ditjenpas. Karena itu, kegiatan sosial seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan emosional antara aparatur negara dan masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Semangat berbagi yang diwujudkan melalui kegiatan kurban diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling peduli.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Ditjenpas Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga humanis dan berorientasi pada nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
Dengan pelaksanaan kurban tersebut, Ditjenpas Jawa Timur menegaskan kembali bahwa institusi pemasyarakatan memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial, yakni sebagai bagian dari negara yang hadir untuk membangun nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.
Di tengah suasana Idul Adha, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa semangat berbagi dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkokoh nilai persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Har).
