Tangki Biru Putih Diduga Angkut BBM Subsidi Berkeliaran di Wilayah Gresik, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Tangki Biru Putih Diduga Angkut BBM Subsidi 8.000 Liter Berkeliaran di Gresik, Aroma Mafia Migas Kembali Menyeruak

GRESIK – Dugaan praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah hukum Polres Gresik. Sebuah truk tangki biru putih berlogo NJE (Nur Jaya Energi) dengan kapasitas sekitar 8.000 liter menjadi sorotan setelah mengalami trouble di sekitar pintu keluar Tol Legundi/Karangandong, Gresik.

Keberadaan tangki tersebut langsung memantik perhatian masyarakat dan awak media. Pasalnya, kendaraan pengangkut BBM dalam jumlah besar itu diduga membawa BBM subsidi ilegal yang didistribusikan secara terselubung ke sejumlah gudang penampungan di wilayah Jawa Timur.

Saat ditemui di lokasi, sopir tangki bernama Supri mengaku dirinya hanya bekerja sebagai pengemudi dan sedang mengangkut BBM milik seseorang berinisial Yudi asal Malang. Namun pengakuan berikutnya justru membuka dugaan jaringan distribusi ilegal yang lebih besar.

Kepada awak media, Supri menyebut bahwa BBM tersebut diambil dari kawasan Satuan Radar (SATRAD) 405 Ploso, Jombang, lalu hendak dikirim ke salah satu gudang di kawasan Tambak Mayor yang diduga milik seseorang berinisial SB/DL.

Pernyataan itu sontak memunculkan tanda tanya besar. Mengapa BBM dalam jumlah ribuan liter bisa keluar masuk dengan leluasa? Apakah ada pihak yang bermain? Ataukah praktik distribusi BBM subsidi ilegal ini memang sudah lama berjalan tanpa tersentuh hukum?

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, sejumlah pihak yang diduga mengetahui alur distribusi tersebut memilih bungkam. Salah satu oknum berinisial YSF yang disebut-sebut pernah berkecimpung dalam jaringan mafia migas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban sedikit pun. Sikap diam itu justru menambah kuat dugaan adanya sesuatu yang sengaja ditutupi.

Baca Juga :  1.156 Lulusan Sekolah Inspektur Polisi Siap Bergerak di Lapangan Wujudkan Perubahan Nyata dan Pulihkan Kepercayaan Publik

Tidak hanya itu, YD selaku koordinator PT NJE (Nur Jaya Energi) juga tidak merespons panggilan telepon maupun pesan konfirmasi dari awak media. Bungkamnya para pihak terkait memunculkan kesan bahwa praktik bisnis BBM ilegal ini bukan persoalan kecil, melainkan diduga melibatkan jaringan yang sudah terstruktur dan terbiasa bermain “aman” di balik lemahnya pengawasan.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum, khususnya di wilayah Polres Gresik, dalam menindak dugaan mafia BBM subsidi yang semakin terang-terangan beroperasi. Sebab, kendaraan tangki berkapasitas besar bukanlah kendaraan kecil yang mudah lolos dari pantauan. Aktivitas distribusi BBM ribuan liter tentu memiliki jalur, gudang, hingga sistem distribusi yang tidak mungkin berjalan sendiri.

Jika benar BBM yang diangkut merupakan BBM subsidi, maka praktik tersebut jelas sangat merugikan negara dan masyarakat kecil. Subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat justru diduga dimainkan oleh para mafia untuk mencari keuntungan pribadi dalam jumlah fantastis.

Lebih parah lagi, dugaan adanya gudang penimbunan di wilayah Tambak Mayor menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Selain berpotensi melanggar hukum, aktivitas penyimpanan BBM ilegal juga sangat rawan memicu kebakaran dan ledakan yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul terhadap para pemain besar yang diduga mengendalikan distribusi BBM subsidi ilegal. Aparat diminta segera menelusuri asal usul BBM, legalitas pengangkutan, dokumen distribusi, hingga dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang selama ini disebut kebal hukum.

Apabila aparat terus diam dan tidak bergerak cepat, maka kecurigaan masyarakat akan semakin liar. Sebab praktik mafia migas bukan lagi isu baru di Jawa Timur. Jaringan pemain lama disebut masih bercokol dan diduga terus menjalankan modus distribusi BBM subsidi secara terselubung menggunakan armada-armada tangki besar yang bebas melintas antar daerah.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bagikan Takjil untuk Masyarakat di Surabaya

Kasus tangki biru putih berlogo NJE ini seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan jaringan mafia BBM subsidi yang selama ini bermain rapi di balik bisnis distribusi energi. Negara tidak boleh kalah dengan mafia. Jika dibiarkan, maka praktik seperti ini akan terus menggerogoti uang rakyat dan memperlihatkan betapa lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di Indonesia.

Leave a Reply