Diterpa Isu Negatif, MAKI Jatim Pilih Bergerak: Qurban, Susu, dan Solidaritas untuk Ojol Wanita Jadi Bukti Pengabdian Nyata

Sidoarjo – Top Berita Nusantara Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M menjadi momentum yang penuh makna bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. Di tengah derasnya isu negatif dan serangan hoaks di media sosial yang diarahkan kepada Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, organisasi tersebut justru menjawab dengan aksi nyata melalui kegiatan sosial, distribusi daging qurban, serta kolaborasi kemanusiaan bersama komunitas ojek online wanita di Jawa Timur.Rabu(27/6)
Perayaan Idul Adha tahun ini terasa sangat spesial bagi MAKI Jatim karena untuk pertama kalinya menerima amanah bantuan satu ekor sapi qurban dari Ibunda Gubernur Jawa Timur. Bantuan tersebut dinilai menjadi simbol dukungan moral sekaligus bentuk apresiasi terhadap kiprah sosial dan semangat pengabdian MAKI Jatim di tengah masyarakat.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, mengungkapkan rasa syukur atas amanah tersebut. Menurutnya, momen Idul Adha kali ini bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
“Lebaran Idul Adha 1447 H tahun ini sangat spesial dan istimewa bagi MAKI Jatim karena baru kali ini kami mendapatkan amanah bantuan satu ekor sapi dari Ibunda Gubernur Jawa Timur,” ujar Heru Satriyo.
Tidak berhenti pada kegiatan qurban semata, MAKI Jatim juga membangun kolaborasi sosial bersama komunitas ojek online wanita WATASA yang dipimpin Mbok Ma, serta sejumlah komunitas ojol wanita lainnya. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pendistribusian daging qurban kepada para pengemudi ojol perempuan yang selama ini menjadi bagian dari pekerja sektor informal dengan tingkat mobilitas tinggi dan tantangan ekonomi yang tidak ringan.
Dalam kegiatan tersebut, MAKI Jatim tidak hanya membagikan daging qurban, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan para ojol wanita dengan membagikan susu untuk menjaga daya tahan tubuh. Setiap pengemudi ojol wanita menerima dua pack susu sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Aksi sosial tersebut mendapat perhatian luas karena dilakukan di tengah maraknya isu negatif berbasis disinformasi yang menyerang pribadi Ketua MAKI Jatim di media sosial. Namun alih-alih memberikan respons emosional, MAKI Jatim memilih menjawab dengan kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Heru Satriyo, semangat Idul Adha harus dipahami sebagai pelajaran besar tentang arti pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Ia menegaskan bahwa dalam setiap perjuangan sosial, termasuk perjuangan memberantas korupsi, pengorbanan menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan.
“Pentingnya memahami pengorbanan ini menjadi narasi utama bahwa dalam frasa perjuangan, pengorbanan atas hal apa pun dalam berjuang menjadi pelengkap murni artikulasi hikayat kehidupan yang sebenarnya. Allah SWT lewat Nabi Ibrahim AS memberikan orkestrasi tersebut di depan kita sebagai bekal untuk mengabdi dan memahami arti kehidupan yang sebenarnya,” ungkap Heru Satriyo.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut perjuangan moral, integritas, dan keberanian menghadapi berbagai tekanan. Karena itu, nilai keikhlasan dan keteguhan hati menjadi pondasi utama dalam menjaga amanah masyarakat Jawa Timur.
Momentum Idul Adha 1447 H kali ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat qurban mampu melahirkan energi solidaritas dan kepedulian sosial yang kuat. MAKI Jatim bersama komunitas ojol wanita membuktikan bahwa kolaborasi berbasis kemanusiaan dapat menjadi kekuatan positif di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital yang kerap dipenuhi hoaks dan disinformasi.
Melalui aksi nyata tersebut, MAKI Jatim mengirim pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan dalam narasi, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan konkret yang memberi manfaat langsung bagi sesama. Semangat Idul Adha pun kembali menegaskan bahwa ketulusan, pengorbanan, dan solidaritas sosial akan selalu menjadi cahaya di tengah berbagai tantangan kehidupan (Har).
