Tangki Biru Putih Diduga Angkut BBM Subsidi Berkeliaran di Wilayah Gresik, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Tangki Biru Putih Diduga Angkut BBM Subsidi Berkeliaran di Wilayah Gresik, Aparat Diminta Bertindak Tegas
GRESIK – Sebuah truk tangki biru putih berlogo NJE (Nur Jaya Energi) dengan kapasitas sekitar 8.000 liter menjadi sorotan setelah mengalami trouble di pintu keluar Tol Legundi/Karangandong, wilayah hukum Polres Gresik. Keberadaan armada tersebut memicu tanda tanya besar di tengah maraknya dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang selama ini menjadi perhatian publik.
Truk tangki dengan nomor polisi L 8689 UG itu diketahui berhenti dalam kondisi mengalami kendala teknis di lokasi. Situasi tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar dan awak media yang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait muatan maupun tujuan pengiriman.
Saat dikonfirmasi di lokasi, sopir bernama Supri mengaku dirinya sedang mengangkut BBM milik seseorang yang disebut bernama Fery, warga Mojoagung, Jombang.
“Saya cuma sopir, ngangkut BBM bos Fery Mojoagung,” ujar Supri kepada awak media.
Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Ketika ditanya terkait lokasi pengambilan BBM, Supri menyebut bahwa muatan tersebut diambil dari kawasan SATRAD 405 Ploso, Jombang.
“Ngambil dari SATRAD 405 Ploso Jombang, mau dikirim ke salah satu gudang di Tambak Mayor,” ungkapnya.
Informasi itu membuat dugaan semakin menguat bahwa distribusi BBM tersebut bukan aktivitas biasa. Apalagi, berdasarkan penelusuran awak media, gudang tujuan disebut-sebut berkaitan dengan pihak berinisial SB/DL.
Publik pun mempertanyakan legalitas pengangkutan tersebut. Jika benar yang diangkut merupakan BBM subsidi, maka praktik tersebut dapat berpotensi melanggar aturan distribusi energi yang selama ini telah menjadi perhatian pemerintah pusat maupun aparat penegak hukum.
Masyarakat menilai praktik mafia BBM bukan lagi sekadar isu lama yang berulang, tetapi sudah menjadi persoalan serius yang merugikan negara dan rakyat kecil. Di saat masyarakat harus antre untuk mendapatkan solar subsidi, justru muncul dugaan adanya permainan distribusi yang melibatkan armada besar dan jaringan terorganisir.
Keberadaan tangki berkapasitas besar yang bebas melintas di wilayah Gresik pun memunculkan pertanyaan tajam terhadap pengawasan aparat. Warga mempertanyakan bagaimana kendaraan pengangkut BBM dalam jumlah besar dapat dengan leluasa beroperasi tanpa adanya tindakan pemeriksaan yang ketat.
“Kalau memang semuanya legal, kenapa ketika dikonfirmasi banyak pihak memilih diam?” ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
Sorotan juga mengarah kepada salah satu oknum berinisial YSF yang disebut pernah terlibat dalam dunia mafia migas. Saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan memilih tidak memberikan jawaban.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh YD selaku pemilik PT NJE (Nur Jaya Eneri). Saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, tidak ada respons maupun klarifikasi yang diberikan.
Diamnya pihak-pihak yang disebut dalam persoalan ini justru semakin memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa aparat penegak hukum harus segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap asal muatan, legalitas dokumen pengangkutan, hingga tujuan akhir distribusi BBM tersebut.
Kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi sendiri bukan persoalan sepele. Praktik seperti ini dapat berdampak langsung terhadap distribusi energi nasional dan berpotensi menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat. Negara juga disebut dapat mengalami kerugian besar apabila BBM subsidi dialihkan untuk kepentingan industri maupun bisnis ilegal.
Pengamat sosial di Gresik menilai, jika aparat hanya bersikap pasif, maka dugaan praktik mafia BBM akan semakin tumbuh subur. Mereka meminta Polres Gresik, Polda Jawa Timur, hingga instansi terkait seperti BPH Migas dan Pertamina segera melakukan pemeriksaan terbuka.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kalau ada dugaan permainan BBM subsidi, siapapun yang terlibat harus diperiksa,” ujar salah satu aktivis yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Apakah keberadaan tangki biru putih berlogo NJE itu akan diusut secara serius, atau justru kembali menjadi cerita lama yang hilang tanpa kejelasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan muatan BBM subsidi pada armada tersebut. Semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini juga masih memiliki hak untuk memberikan klarifikasi maupun bantahan sesuai prinsip praduga tak bersalah.
