Sentuhan Humanis Rutan Gresik Makin Nyata: Wartelsuspas Jadi Penopang Mental Warga Binaan dan Penguat Ikatan Keluarga

GRESIK –TOP BERITA NUSANTARA Upaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi terus diperkuat Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik melalui optimalisasi layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas). Program ini menjadi salah satu bentuk pelayanan unggulan yang tidak hanya menjamin hak komunikasi warga binaan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam menjaga kondisi psikologis serta memperkuat hubungan emosional dengan keluarga selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan layanan Wartelsuspas yang berlangsung secara tertib, aman, dan terjadwal pada Selasa (26/5) tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Gresik dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pembinaan. Komunikasi dengan keluarga dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun semangat serta motivasi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, layanan Wartelsuspas di Rutan Gresik bekerja sama dengan PT Muffaindo dan PT Surya Arka Grup. Saat ini tersedia sebanyak 49 Kios Bicara Umum (KBU) yang terdiri dari 9 unit di blok wanita dan 40 unit di blok laki-laki guna menunjang kebutuhan komunikasi warga binaan secara maksimal.
Seluruh layanan dijalankan dengan pengawasan ketat dari petugas pemasyarakatan untuk memastikan aktivitas komunikasi berlangsung sesuai prosedur serta tidak mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Meski dilakukan secara ketat, pengawasan tetap mengedepankan pendekatan humanis sehingga warga binaan merasa nyaman saat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Petugas juga aktif memberikan edukasi dan arahan kepada warga binaan agar menggunakan layanan komunikasi secara bijak, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk menjaga efektivitas layanan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan fasilitas komunikasi di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa Wartelsuspas merupakan bagian penting dari strategi pembinaan warga binaan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
“Layanan Wartelsuspas ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga secara aman dan terkontrol. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan komunikasi yang tetap terjalin antara warga binaan dan keluarga mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi mental dan emosional warga binaan. Dukungan moral dari keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu warga binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih stabil dan produktif.
Optimalisasi Wartelsuspas juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan yang terus didorong Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada hak asasi manusia. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan pembinaan yang lebih kondusif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui layanan komunikasi yang berjalan secara teratur dan profesional, Rutan Gresik berharap warga binaan tetap memiliki kedekatan emosional dengan keluarga sehingga proses reintegrasi sosial setelah masa pidana selesai dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemulihan mental, sosial, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi bagian positif di tengah masyarakat (Har).
