Disiplin Diuji di Pintu Masuk: Gerakan Senyap Rutan Gresik Tegakkan Standar Aparatur Tanpa Kompromi

Gresik —Top Berita Nusantara Penegakan disiplin aparatur kembali menjadi sorotan utama di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik melalui pelaksanaan Operasi Penegakan Disiplin dan Tertib (Opdistib) yang digelar Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan langsung dan terukur.

Operasi yang dimulai sejak pagi hari ini dipantau langsung oleh Kepala Rutan, Eko Widiatmoko, bersama jajaran pejabat struktural dan tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal). Seluruh petugas yang memasuki area rutan diperiksa secara ketat di pintu gerbang utama sebelum mengikuti apel pagi.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup ketepatan waktu kehadiran, kelengkapan atribut dinas, hingga kerapian dan kebersihan penampilan. Proses ini menegaskan bahwa standar profesionalisme dimulai dari hal-hal mendasar yang kerap dianggap sepele, namun memiliki dampak besar terhadap citra institusi.

Tidak hanya bersifat pengawasan, Opdistib juga menjadi sarana pembinaan langsung. Petugas yang kedapatan melanggar aturan, baik keterlambatan maupun ketidaksesuaian atribut, langsung diberikan tindakan korektif di tempat. Pendekatan ini menanamkan pesan kuat bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, sekecil apa pun bentuknya.

Hasil operasi menunjukkan tidak adanya pelanggaran berat, namun masih ditemukan sejumlah pelanggaran ringan yang menjadi catatan evaluasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun disiplin telah berjalan cukup baik, konsistensi tetap menjadi tantangan yang harus dijaga.

Dalam keterangannya, Eko menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa keteladanan petugas adalah kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional.

“Petugas adalah wajah institusi. Ketika disiplin ditegakkan dari hal paling dasar, maka kepercayaan publik akan terbentuk dengan sendirinya. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses membangun integritas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kartini di Lingkar Pemasyarakatan: PIPAS Rutan Gresik Kobarkan Solidaritas dan Dedikasi Perempuan di Momen Bersejarah

Ia juga memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil guna menjaga ritme kedisiplinan di lingkungan kerja. Menurutnya, penguatan internal menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan efektivitas pembinaan warga binaan.

Lebih jauh, Opdistib menjadi bagian integral dari strategi reformasi birokrasi yang tengah dijalankan. Dengan menanamkan budaya kerja yang disiplin, responsif, dan akuntabel, Rutan Gresik optimistis mampu menciptakan sistem kerja yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan prima.

Langkah ini menegaskan bahwa perubahan besar dalam institusi tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari konsistensi menjaga hal-hal kecil—tepat waktu, rapi, dan patuh aturan—yang jika dilakukan bersama, akan membentuk budaya kerja yang kokoh dan berintegritas (Har).

Leave a Reply