“Mengurai Simpul Impor di Gerbang Timur: Bea Cukai dan GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Hadapi Tantangan Perdagangan Global”

Sidoarjo, Rabu (29/4/2026) — Top Berita Nusantara Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I kembali menegaskan perannya sebagai garda depan pengawasan dan pelayanan kepabeanan dengan menerima audiensi dari BPD GINSI Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi titik temu strategis antara regulator dan pelaku usaha dalam merespons dinamika perdagangan internasional yang kian kompleks.
Dalam forum yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut, kedua pihak tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membahas secara mendalam perkembangan terbaru kegiatan importasi di Jawa Timur. Sejumlah isu krusial turut mengemuka, mulai dari efisiensi proses kepabeanan hingga tantangan adaptasi terhadap perubahan regulasi global yang berdampak langsung pada arus barang dan biaya logistik.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, menekankan bahwa keberhasilan sistem kepabeanan modern sangat bergantung pada kualitas komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menilai, keterbukaan dialog seperti ini mampu menjembatani perbedaan perspektif sekaligus mempercepat lahirnya solusi yang implementatif. “Sinergi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam menjaga kelancaran arus perdagangan,” tegasnya.
Dari sisi pelaku usaha, Ketua BPD GINSI Jawa Timur, Hana Belladina, bersama Sekretaris Warsidi, menyampaikan berbagai masukan strategis. Mereka menyoroti kebutuhan akan kepastian regulasi yang konsisten, percepatan layanan di pelabuhan, serta kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing importir nasional di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi rantai pasok internasional.
Diskusi yang berlangsung konstruktif ini juga membuka ruang bagi penyelarasan kebijakan dan praktik di lapangan. Aspirasi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam peningkatan kualitas layanan kepabeanan.
Audiensi ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin solid, Jawa Timur diproyeksikan mampu memperkuat posisinya sebagai hub perdagangan strategis di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjadi contoh harmonisasi antara regulator dan dunia usaha dalam menghadapi era perdagangan global yang terus berubah (Har).
