Dua Puncak Prestasi Nasional Sekaligus: Jawa Timur Ukir Sejarah sebagai Juara Proklim dan Kota Bersih Terbanyak

SURABAYA, 17 April 2026 –TOP BERITA NUSANTARA Suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan menyelimuti segenap jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh lapisan masyarakat. Provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Majapahit ini kembali mencetak lembaran sejarah baru di kancah nasional, setelah berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam bidang lingkungan hidup. Tidak hanya dinobatkan sebagai provinsi dengan penerima penghargaan Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) terbanyak se-Indonesia untuk capaian tahun 2025, Jawa Timur juga mengantongi predikat sebagai daerah dengan jumlah kabupaten dan kota yang mendapatkan Sertifikat Menuju Kota Bersih terbanyak, sekaligus meraih gelar Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam kinerja pengelolaan sampah untuk tahun 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah dan Penghargaan Kinerja Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada bulan Februari lalu. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir secara langsung untuk menerima penghargaan bergengsi kategori Pembina Terbaik Kabupaten/Kota Kinerja Pengelolaan Sampah 2026.

Dari total 35 daerah di seluruh Indonesia yang berhasil mendapatkan Sertifikat Menuju Kota Bersih, sebanyak 13 di antaranya berasal dari Jawa Timur, menjadikan provinsi ini memegang rekor jumlah terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Rinciannya, Kota Surabaya berhasil menempati posisi puncak sebagai Kota Terbaik I Nasional dengan perolehan nilai mencapai 74,92. Sementara itu, 12 daerah lain yang juga memperoleh sertifikat tersebut meliputi Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pamekasan, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kota Blitar.

Sementara untuk kategori Program Komunitas untuk Iklim atau yang lebih dikenal dengan nama Proklim, Jawa Timur kembali menunjukkan dominasinya dengan mengumpulkan jumlah penghargaan terbanyak secara nasional untuk capaian tahun 2025. Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dirancang untuk memberikan apresiasi terhadap aksi nyata yang dilakukan oleh komunitas dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan, komunitas diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan, mulai dari kegiatan konservasi sumber daya alam, efisiensi penggunaan energi, pengelolaan sumber air, hingga upaya pengurangan risiko bencana alam.

Baca Juga :  MAKI Jatim Bagikan 1.000 Paket Takjil di Hari ke-14 Ramadhan, Heru Maki Pimpin Langsung Aksi Sosial di Jember

Menyikapi capaian yang luar biasa ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Jawa Timur mampu mengembangkan program Proklim secara luas, aktif, dan berkelanjutan bersama seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan ini bukan milik pemerintah semata, melainkan buah dari kerja keras, kepedulian, dan partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah di setiap tingkatan, tokoh masyarakat, hingga warga yang terus bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan bahwa capaian ini tidak diraih secara instan, melainkan merupakan hasil dari upaya pembinaan yang dilakukan secara sistematis dan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat desa dan kelurahan. “Pengelolaan lingkungan, baik itu dalam hal penanganan sampah maupun upaya penanggulangan perubahan iklim, bukan sekadar urusan teknis administratif, melainkan bagian dari upaya membangun transformasi peradaban yang beradab. Kami terus mendorong penerapan prinsip-prinsip 3R (Mengurangi, Menggunakan Kembali, Mendaur Ulang), mendukung konsep ekonomi sirkular, serta terus memperkuat peran masyarakat agar tidak hanya menjadi objek, melainkan pelaku utama dalam menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup, keberhasilan Jawa Timur dalam bidang penanganan perubahan iklim didukung oleh partisipasi aktif ribuan komunitas yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari daerah pesisir pantai hingga kawasan pegunungan. Komunitas-komunitas tersebut telah melahirkan berbagai inovasi dan terobosan, seperti sistem pengelolaan air hujan, pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian, program penanaman pohon pelindung, hingga pembentukan sistem peringatan dini bencana yang melibatkan warga setempat.

Sementara dalam hal pengelolaan sampah, faktor kunci yang menjadi penilaian tinggi dari pemerintah pusat meliputi penerapan sistem pemilahan sampah sejak di sumber, pembangunan serta pengembangan fasilitas pengolahan yang memadai, serta terjalinnya kerja sama dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Baca Juga :  Dari Antikorupsi ke Berbagi Berkah: Heru Maki Hadirkan Senyum untuk Petugas Keamanan & Kebersihan di Permata Juanda

Ke depannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan program dan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di seluruh wilayah. Capaian yang telah diraih ini diharapkan dapat menjadi pendorong dan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk terus bergerak maju, serta menjadikan pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari prioritas pembangunan demi mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang (Har).

Leave a Reply