Sinergi Pengawasan dan Investasi, Bea Cukai Gresik Dapat Kunjungan Strategis Kakanwil DJBC Jatim I

GRESIK –TOP BERITA NUSANTARA Bea Cukai Gresik kembali menjadi sorotan dalam upaya memperkuat pengawasan dan mendorong investasi strategis di wilayah Jawa Timur. Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, pada Rabu (8/4/2026), menegaskan komitmen lembaga kepabeanan dalam menghadapi tantangan industri sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan dimulai dengan olahraga pagi bersama sejak pukul 05.30 hingga 07.00 WIB, yang tidak hanya menjaga kebugaran pegawai tetapi juga menjadi ajang memperkuat solidaritas dan kerja sama antarunit di lingkungan Bea Cukai Gresik. Momentum ini dinilai penting untuk membangun budaya kerja yang sehat dan harmonis sebelum memasuki agenda strategis utama.

Pukul 09.00 WIB, Rusman Hadi memimpin rapat koordinasi pengawasan, menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap proses pengawasan. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi harmonis antarunit untuk menghadapi dinamika sektor kepabeanan dan cukai yang semakin kompleks.

“Pengawasan harus adaptif, berbasis risiko, dan didukung sinergi kuat antarunit kerja agar dapat menjawab tantangan industri dan perdagangan modern,” tegas Rusman Hadi dalam forum tersebut.

Agenda kunjungan berikutnya adalah groundbreaking proyek TPA Melamine Industrial Chain oleh PT GEABH Joint Technology, perusahaan penerima fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar USD 600 juta (setara Rp5,4 triliun) dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II tahun 2027. Kapasitas produksinya meliputi 800 ton per hari amonia, 200 ton per hari melamin, dan 1.500 ton per hari urea.

Investasi besar ini diperkirakan memberi dampak ekonomi signifikan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas industri, serta memperkuat daya saing manufaktur nasional. Dalam prosesnya, Bea Cukai berperan sebagai fasilitator perdagangan dan pelindung komunitas melalui pemberian fasilitas fiskal, penyederhanaan prosedur kepabeanan, layanan perizinan, serta pengawasan berbasis risiko sejak tahap pendirian hingga operasional perusahaan.

Baca Juga :  Bekali Diri Sebelum Merantau: Bea Cukai Juanda dan BP3MI Dampingi Calon Pekerja Migran Pahami Aturan Perjalanan Internasional

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara penguatan pengawasan dan dorongan investasi. Dengan penerapan manajemen risiko yang ketat dan kolaborasi antarunit, Bea Cukai Gresik siap mendorong efisiensi logistik, kepatuhan industri, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah ini menegaskan posisi Bea Cukai sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga aktif mendukung perkembangan industri dan iklim investasi yang kondusif di Indonesia (Har).

Leave a Reply