1.250 Takjil Mengalir di Jalan Ahmad Yani: Jatim Fortuner Club Gabungkan Semangat Berbagi dan Dukungan Ekonomi Lokal di Ramadan 2026

Surabaya, –Top Berita Nusantara Bulan suci Ramadan bukan hanya momen memperdalam ibadah spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi katalisator semangat berbagi dan kolaborasi sosial-ekonomi di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan nyata oleh komunitas otomotif Jatim Fortuner Club yang menutup rangkaian kegiatan Ramadan 2026 dengan membagikan 1.250 paket takjil kepada warga di kawasan Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu sore (14/3/2026).
Kegiatan yang digelar di depan kawasan Toyota Ahmad Yani Surabaya ini menjadi puncak sekaligus penutup serangkaian program sosial yang dijalankan komunitas sepanjang bulan puasa tahun ini. Puluhan anggota turun langsung ke jalan, membagikan paket takjil kepada pengguna jalan yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka. Pengendara motor, sopir angkutan, hingga warga sekitar yang melintas tampak antusias menerima paket berbuka tersebut.
Ketua Jatim Fortuner Club, Yusuf Ismail Mattaliti, menjelaskan bahwa pembagian takjil merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan ganda: menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antaranggota. “Tahun ini kami menutup rangkaian kegiatan Ramadan dengan pembagian sekitar 1.250 paket takjil. Tahun lalu sekitar seribu paket, sehingga tahun ini ada peningkatan berkat dukungan para anggota,” ujar Yusuf di sela kegiatan.
Seluruh paket takjil yang dibagikan berasal dari donasi anggota komunitas. Keterlibatan aktif anggota ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di masyarakat. Lebih dari sekadar aksi sosial, kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Paket takjil dibeli dari pelaku usaha makanan dan minuman di sekitar Surabaya, sehingga secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi UMKM yang memanfaatkan momentum Ramadan.
“Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk berbagi. Selain membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat berbuka puasa, kegiatan ini juga mendukung pelaku usaha kuliner lokal yang menyiapkan paket takjil,” jelas Yusuf.
Sebelum kegiatan ini, Jatim Fortuner Club telah melaksanakan sejumlah aksi sosial lainnya selama Ramadan 2026. Salah satunya adalah buka puasa bersama di Hotel Mirama Surabaya yang juga diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim. “Donasi untuk kegiatan tersebut juga berasal dari anggota komunitas. Jadi seluruh rangkaian kegiatan sosial ini benar-benar lahir dari kepedulian para member,” tambahnya.
Komunitas Jatim Fortuner Club berdiri sejak tahun 2016 dan terus berkembang signifikan. Hingga tahun 2026, jumlah anggotanya mencapai 352 orang yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Yusuf yang menjabat periode 2024-2027, komunitas ini tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif seperti touring dan gathering, tetapi juga konsisten menjalankan program sosial.
Bahkan dalam agenda touring ke berbagai daerah, anggota selalu menyisipkan kegiatan bakti sosial, termasuk penyaluran bantuan kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan di daerah tujuan. “Kami ingin komunitas ini tidak hanya dikenal karena aktivitas otomotifnya, tetapi juga karena kepedulian sosialnya. Saat touring pun kami selalu berusaha menyisipkan kegiatan bakti sosial,” kata Yusuf.
Yusuf berharap semangat berbagi yang tumbuh di komunitas ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Setelah rangkaian kegiatan Ramadan selesai, Jatim Fortuner Club berencana menggelar halal bihalal pasca-Idulfitri sebagai ajang mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat jaringan komunitas yang semakin berkembang.
Di tengah dinamika kota yang terus bergerak, kegiatan sederhana pembagian takjil di tepi jalan ini menjadi simbol bahwa kekuatan komunitas tidak hanya terletak pada solidaritas internal, tetapi juga pada kemampuannya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ramadan kembali mengajarkan hal sederhana namun mendalam: keberhasilan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari besarnya jaringan yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian yang mampu dibagikan kepada sesama(Dd).
