30 Mesin Jahit Jadi Jalan Baru, Lapas Gunung Sindur dan PT Cipta Jaya Kemasindo Siapkan Warga Binaan Menuju Kemandirian

BOGOR —TOP BERITA NUSANTARA Pembinaan bagi Warga Binaan terus diarahkan pada keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata setelah kembali ke tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur melalui kolaborasi bersama PT Cipta Jaya Kemasindo dalam program pembinaan kemandirian berupa pelatihan pembuatan kantong belanja (shopping bag), Selasa (8/9/2026).

Kerja sama ini tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan keterampilan. Di balik mesin jahit yang dioperasikan, terdapat upaya membuka ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, mengasah kemampuan, sekaligus mengenal proses produksi yang mempunyai nilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, PT Cipta Jaya Kemasindo memberikan dukungan berupa 30 mesin jahit serta tenaga pelatih. Fasilitas dan pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pembuatan shopping bag secara produktif.

Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Wahyu Indarto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pembinaan yang dapat memberikan manfaat bagi masa depan Warga Binaan.

Menurutnya, dukungan dunia usaha melalui penyediaan sarana dan tenaga pelatih menjadi peluang penting untuk mengembangkan keterampilan Warga Binaan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses produksi yang memiliki nilai ekonomi.

Pembinaan kemandirian tersebut diharapkan mampu membangun berbagai kemampuan positif, mulai dari keterampilan teknis, kedisiplinan, ketekunan, kreativitas, hingga rasa percaya diri. Bekal tersebut menjadi penting agar Warga Binaan memiliki kesiapan ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kolaborasi dengan PT Cipta Jaya Kemasindo juga menjadi gambaran bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak. Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia usaha membuka peluang lebih luas bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang relevan dan bernilai produktif.

Baca Juga :  175 Satops Patnal Resmi Dikukuhkan, Langkah Nyata Perkuat Pengawasan Pemasyarakatan Jatim

Program pembuatan shopping bag diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama berada di dalam lapas. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan dan menata kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.

Wahyu Indarto berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kesempatan pembelajaran dan keterampilan bagi Warga Binaan.

“Semoga kolaborasi ini menjadi langkah baik untuk menghadirkan lebih banyak kesempatan, keterampilan, dan harapan bagi Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” demikian semangat yang ditekankan dalam program tersebut.

Pada akhirnya, pembinaan kemandirian bukan hanya berbicara tentang apa yang dilakukan Warga Binaan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana mereka dipersiapkan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Karena setiap keterampilan yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk membangun masa depan yang lebih mandiri (Har).

Leave a Reply