Promosi Jabatan Dua Pegawai Rutan Surabaya, Amanah Baru Perkuat Tata Kelola Pemasyarakatan Jawa Timur

SIDOARJOTOP BERITA NUSANTARA Penguatan organisasi dan peningkatan profesionalisme aparatur terus menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang modern, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pelantikan dua pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya yang mendapat amanah untuk menduduki jabatan baru di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Kusnali, serta dihadiri Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo, jajaran pejabat struktural, dan para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan se-Jawa Timur.

Momentum tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan setiap posisi dalam institusi pemasyarakatan diisi oleh aparatur yang mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pelantikan dua pegawai Rutan Surabaya tersebut merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta Keputusan Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mengenai pengangkatan dalam jabatan manajerial dan fungsional.

Dua pegawai yang resmi menerima amanah baru tersebut adalah Imam Fahmi Abror Shobirin, yang dilantik sebagai Kepala Urusan Umum pada Lapas Kelas IIA Kediri, serta Denda Prayogo, yang dipercaya mengemban jabatan sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama.

Pengangkatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan organisasi terhadap kapasitas dan kompetensi keduanya. Namun, promosi jabatan bukan semata-mata sebuah pencapaian karier, melainkan juga membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar terhadap organisasi, negara, dan masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo menyampaikan apresiasi atas amanah baru yang diterima kedua pegawainya. Ia mengingatkan bahwa jabatan baru harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin, dan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik di tempat penugasan masing-masing.

Baca Juga :  Kemerdekaan Membuka Pintu Kebebasan: 429 Warga Binaan Rutan Surabaya Terima Remisi, 15 Langsung Pulang ke Keluarga

Pesan tersebut menjadi penting mengingat setiap jabatan dalam institusi pemasyarakatan memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan. Keputusan yang tepat, administrasi yang tertib, serta pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab akan berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Bagi Imam Fahmi Abror Shobirin, amanah sebagai Kepala Urusan Umum di Lapas Kelas IIA Kediri menuntut kemampuan dalam memastikan roda administrasi dan tata usaha berjalan secara tertib, efektif, serta mendukung seluruh pelaksanaan tugas organisasi.

Sementara itu, amanah yang diberikan kepada Denda Prayogo sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan anggaran negara. Akurasi administrasi keuangan, kepatuhan terhadap ketentuan, transparansi, serta akuntabilitas menjadi aspek yang harus dijaga dalam setiap proses pengelolaan APBN.

Pengelolaan administrasi dan keuangan yang baik pada akhirnya tidak berdiri sendiri. Keduanya menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan, baik kepada warga binaan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan dari institusi pemasyarakatan.

Karena itu, penguatan jabatan manajerial dan fungsional di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur menjadi instrumen penting dalam membangun organisasi yang semakin adaptif terhadap tuntutan perubahan birokrasi.

Reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan perubahan struktur organisasi. Lebih dari itu, diperlukan aparatur yang memiliki integritas, kompetensi, tanggung jawab, dan keberanian untuk memastikan setiap tugas dilaksanakan sesuai aturan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelantikan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme dan pelayanan. Setiap pejabat yang menerima amanah diharapkan mampu menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, sekaligus membawa pengalaman dan nilai-nilai positif dari tempat tugas sebelumnya ke lingkungan kerja yang baru.

Bagi Rutan Kelas I Surabaya, keberhasilan dua pegawai tersebut memperoleh promosi jabatan menjadi bagian dari kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Kompetensi yang telah dibangun selama menjalankan tugas di Rutan Surabaya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi organisasi pemasyarakatan secara lebih luas.

Baca Juga :  Transformasi Pembinaan Pemasyarakatan Jatim: Karya Warga Binaan Tembus Pasar dan Dapat Apresiasi Publik

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin terbuka dan bertanggung jawab, pengelolaan administrasi serta keuangan negara dituntut tidak hanya tertib secara prosedural, tetapi juga mampu mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan integritas.

Dengan demikian, amanah baru yang diberikan kepada Imam Fahmi Abror Shobirin dan Denda Prayogo diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sistem pemasyarakatan Jawa Timur yang semakin profesional.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pengangkatan jabatan, tetapi menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru. Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan institusi dapat diwujudkan melalui kinerja nyata, pelayanan yang berkualitas, serta pengabdian yang konsisten.

Melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola administrasi yang tertib, dan pengelolaan keuangan APBN yang akurat serta akuntabel, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur terus diarahkan untuk membangun sistem pemasyarakatan yang modern, bersih, profesional, transparan, dan benar-benar hadir melayani masyarakat.

Selamat mengemban amanah baru kepada Imam Fahmi Abror Shobirin dan Denda Prayogo. Semoga kepercayaan tersebut menjadi energi baru untuk meningkatkan pengabdian, memperkuat integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pemasyarakatan di Jawa Timur (Har).

Leave a Reply