Pantai Dalegan Bersiap Jadi Mimbar Kesadaran Rohani: Dr. dr. Andre Yulius Bawa Seruan Keras “Merdeka dari Perbudakan Dosa”

GRESIK  — TOP BERITA NUSANTARA Tepian Pantai Pasir Putih Dalegan, Gresik, akan menjadi ruang persekutuan sekaligus perenungan rohani pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Melalui Ibadah PADANG POS PI Harvest Ministry, sebuah pesan tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya akan disampaikan dengan tema “Merdeka Dari Perbudakan Dosa”.

Kegiatan tersebut tidak diarahkan sekadar menjadi agenda ibadah di alam terbuka. Tema yang diangkat justru membawa umat untuk melihat lebih jauh makna kemerdekaan: apakah seseorang benar-benar telah merdeka ketika secara lahiriah bebas menentukan pilihan, tetapi masih terikat oleh berbagai kelemahan, godaan dan kebiasaan yang menjauhkan dirinya dari kebenaran?

Pertanyaan tersebut akan menjadi bagian penting dalam perenungan yang dihadirkan melalui ibadah.

Dr. dr. Andre Yulius, S.Th., M.PdK., MH., CPLA dijadwalkan menjadi pembicara untuk menyampaikan pesan firman bertema “Merdeka Dari Perbudakan Dosa”. Melalui penyampaian tersebut, peserta diharapkan memperoleh penguatan iman, pemahaman yang lebih mendalam dan dorongan untuk membangun kehidupan yang semakin teguh dalam kebenaran.

Tema tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk melakukan introspeksi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dapat berhadapan dengan berbagai godaan dan kelemahan. Hal-hal yang pada awalnya terlihat kecil bahkan dapat berubah menjadi kebiasaan, kemudian berkembang menjadi belenggu apabila terus dibiarkan.

Belenggu dosa tidak selalu terlihat secara kasatmata. Ia dapat hadir melalui pilihan, kebiasaan maupun sikap yang perlahan menjauhkan manusia dari kehidupan rohani yang sehat.

Karena itu, kemerdekaan sejati bukan hanya berarti seseorang bebas melakukan apa pun yang diinginkannya. Kemerdekaan sejati juga berarti memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah, meninggalkan hal-hal yang merusak dan memilih jalan kehidupan yang membawa kepada kebaikan.

Melalui pesan yang akan disampaikan, peserta diharapkan terdorong untuk berani melihat ke dalam diri sendiri. Bukan sekadar menilai keadaan di luar, tetapi menyadari bahwa pembaruan kehidupan dimulai dari keberanian untuk mengakui kelemahan dan mengambil keputusan untuk berubah.

Baca Juga :  PT Sagraha Satya Sawahita Perkuat Tata Kelola Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Nasional: Dorong Sinergi Industri, Medis, dan Pemerintah Menuju Pembangunan Hijau

“Merdeka Dari Perbudakan Dosa” pun diharapkan menjadi seruan untuk bangkit. Bangkit dari kelemahan, meninggalkan belenggu masa lalu dan melangkah menuju kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan.

Suasana alam terbuka di Pantai Pasir Putih Dalegan akan memberikan warna tersendiri bagi persekutuan tersebut. Hamparan pantai menjadi ruang bagi umat untuk menyatukan pujian, penyembahan, firman dan kebersamaan dalam satu semangat iman.

Rangkaian pujian dan penyembahan akan dipimpin oleh Ev. Ingvie sebagai Worship Leader, sedangkan Sdri. Angel akan melayani sebagai Singer. Pelayanan keduanya diharapkan semakin menghidupkan suasana ibadah dan membawa peserta masuk dalam persekutuan yang penuh sukacita, penghayatan dan kekhidmatan.

Panitia menjadwalkan peserta untuk tiba pada pukul 10.30 WIB, sedangkan Ibadah PADANG akan dimulai pada pukul 12.30 WIB. Peserta diharapkan hadir tepat waktu agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Bagi POS PI Harvest Ministry, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ibadah PADANG dirancang sebagai momentum perjumpaan rohani yang dapat mendorong pembaruan kehidupan, memperkuat iman dan membangkitkan keberanian untuk meninggalkan setiap belenggu.

Pesan yang dibawa pun diharapkan tidak berakhir ketika ibadah selesai. Setiap peserta diharapkan pulang dengan membawa semangat baru untuk menjalani kehidupan dalam kemerdekaan, kebenaran dan kemenangan iman.

Di tengah suasana Pantai Pasir Putih Dalegan, 29 Agustus 2026 akan menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kebebasan jasmani.

Seseorang dapat bebas dari banyak tekanan dunia, tetapi kemerdekaan sejati membutuhkan pembebasan dari belenggu yang ada di dalam kehidupan.

Karena itu, seruan dari Dalegan bukan sekadar tentang bagaimana manusia menikmati kebebasan, tetapi bagaimana manusia berani memutus rantai yang memperbudaknya.

Baca Juga :  WARGA MASYARAKAT KELUHKAN PEMBAGIAN SAPI DI DESA LAMADONG II TIDAK TEPAT SASARAN, DIDUGA SEBAGIAN OKNUM APARAT DESA YANG MENERIMA

Dan ketika pujian, penyembahan serta firman menggema di alam terbuka, pesan itu diharapkan menancap kuat dalam hati setiap peserta:

“Merdeka bukan sekadar bebas menentukan arah hidup, tetapi benar-benar merdeka dari perbudakan dosa.” (Har).

Leave a Reply