Cuaca Ekstrem Mengintai Perairan Jawa Timur! Ditpolairud Polda Jatim Perkuat Imbauan Keselamatan, Nelayan Diminta Jangan Nekat Melaut Saat Kondisi Memburuk

SURABAYA, Kamis (6/8/2026) – TOP BERITA NUSANTARA Memasuki musim angin timur yang membawa potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah perairan, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur kembali mengingatkan seluruh nelayan, operator kapal, awak kapal, penumpang, hingga masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
Imbauan tersebut merupakan langkah preventif Polri dalam mengantisipasi meningkatnya risiko kecelakaan laut akibat perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Musim angin timur dikenal memiliki karakteristik angin kencang, gelombang tinggi, arus laut yang kuat, serta perubahan kondisi cuaca yang berlangsung cepat, sehingga memerlukan kesiapan dan kehati-hatian ekstra dari seluruh pengguna wilayah perairan.
Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jawa Timur AKBP Widarmanto menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun. Setiap nelayan maupun operator kapal diminta memastikan kondisi cuaca benar-benar aman sebelum memutuskan berlayar, sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun kerugian materiil dapat diminimalisasi.
Selain melakukan pengecekan kondisi cuaca, para pengguna transportasi laut juga diimbau memastikan kapal dilengkapi dengan seluruh perlengkapan keselamatan sesuai standar. Peralatan seperti life jacket (jaket pelampung), alat komunikasi, perlengkapan darurat, lampu navigasi, serta perangkat keselamatan lainnya harus tersedia dan berada dalam kondisi layak digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di tengah laut.
Widarmanto juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh prosedur pelayaran, termasuk memperhatikan kapasitas muatan kapal, kelayakan armada, serta mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku. Kepatuhan terhadap standar operasional tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di wilayah perairan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi prakiraan cuaca resmi yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan aktivitas di laut. Informasi tersebut menjadi acuan penting dalam menentukan apakah kondisi perairan aman untuk dilayari atau justru memerlukan penundaan aktivitas demi keselamatan bersama.
Ditpolairud Polda Jawa Timur secara tegas mengimbau para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca menunjukkan tanda-tanda memburuk. Keselamatan jiwa harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan kepentingan ekonomi maupun target hasil tangkapan, karena risiko yang ditimbulkan cuaca ekstrem dapat mengancam keselamatan seluruh awak kapal.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya komunitas maritim yang setiap hari beraktivitas di wilayah perairan Jawa Timur. Melalui edukasi, sosialisasi, patroli, serta pengawasan yang berkesinambungan, Ditpolairud berharap angka kecelakaan pelayaran dapat ditekan secara signifikan.
Ditpolairud juga mengajak masyarakat pesisir untuk membangun budaya saling peduli dengan mengingatkan sesama nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut mengenai pentingnya memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, BMKG, operator kapal, nelayan, serta masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan keselamatan pelayaran yang berkelanjutan.
Apabila masyarakat menghadapi keadaan darurat di laut atau membutuhkan bantuan kepolisian, Ditpolairud Polda Jawa Timur mengimbau agar segera menghubungi Call Center Polri 110 atau Ditpolairud Polda Jawa Timur di nomor 0823-3094-6847 agar petugas dapat memberikan respons cepat dan melakukan penanganan sesuai prosedur.
Melalui kampanye keselamatan pelayaran yang terus digencarkan, Ditpolairud Polda Jawa Timur berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi risiko cuaca ekstrem semakin meningkat. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan perlengkapan pelindung, serta disiplin mengikuti informasi cuaca resmi diyakini mampu mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di laut.
Dengan mengusung slogan “Berangkat Selamat, Berlayar Aman, Pulang dengan Selamat,” Ditpolairud Polda Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat maritim untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam setiap aktivitas di perairan. Melalui kewaspadaan, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan wilayah perairan Jawa Timur tetap menjadi kawasan yang aman, tertib, dan kondusif meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada musim angin timur (Har).
