Bentengi Gresik dari Ancaman Narkotika, Rutan Gresik Perkuat Koalisi P4GN dan Tegaskan Komitmen Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi Bangsa

GRESIK –TOP BERITA NUSANTARA Komitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin solid di Kabupaten Gresik. Di tengah meningkatnya kompleksitas jaringan peredaran narkoba yang memanfaatkan berbagai celah sosial dan perkembangan teknologi, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk menyatukan langkah dalam membangun sistem pencegahan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat serta menyelamatkan masa depan generasi muda.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Dhimas Isdwiyono, bersama staf Pelayanan Tahanan menghadiri talkshow penguatan strategi P4GN yang berlangsung di Ruang Rapat Graita Eka Praja, Pemerintah Kabupaten Gresik, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang. Forum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat langkah preventif, edukatif, dan pengawasan secara terpadu agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Gresik yang tanggap terhadap ancaman narkoba hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa strategi pencegahan harus dibangun melalui edukasi yang masif, penguatan sistem pengawasan, peningkatan kesadaran publik, serta sinergi lintas sektor yang mampu mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika dari berbagai lini.
> “Pencegahan yang efektif harus dibangun melalui kolaborasi yang berkesinambungan, edukasi yang masif, serta penguatan sistem pengawasan yang mampu menutup ruang gerak peredaran narkotika sejak dari hulu hingga hilir,” tegas Nanang Setiawan.
Selain itu, Nanang juga menekankan pentingnya penguatan sarana dan fasilitas pendukung program P4GN sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba membutuhkan sistem yang terintegrasi dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan agar hasil yang dicapai benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rutan Gresik kembali menunjukkan komitmennya sebagai bagian dari garda terdepan dalam mendukung implementasi program nasional P4GN. Berbagai langkah konkret terus dilakukan, mulai dari peningkatan pengawasan internal, penguatan integritas petugas, pembinaan berkelanjutan kepada warga binaan, hingga pelaksanaan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Plh Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan wawasan strategis sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pemberantasan narkoba yang semakin dinamis dan kompleks.
“Kami menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini karena menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung program P4GN. Rutan Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, pembinaan, serta edukasi kepada warga binaan dan petugas agar terwujud lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh stakeholder, kami optimistis upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif,” ujar Dhimas.
Menurutnya, lembaga pemasyarakatan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan perang melawan narkotika. Selain menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban, pemasyarakatan juga bertanggung jawab membangun kesadaran, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif, mandiri, dan terbebas dari pengaruh narkoba.
Dhimas menegaskan bahwa keberhasilan program P4GN tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum. Diperlukan langkah yang lebih luas melalui pembinaan berkelanjutan, pendidikan, pengawasan yang konsisten, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat sebagai benteng utama pencegahan sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ancaman narkotika masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan terkoordinasi dari seluruh elemen bangsa. Dengan memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan menyatukan strategi pencegahan secara berkelanjutan, ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika diharapkan semakin sempit.
Partisipasi aktif Rutan Gresik dalam forum tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemasyarakatan untuk terus mendukung implementasi program nasional P4GN serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, aman, tertib, dan berintegritas. Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Gresik yang tangguh, responsif, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat dalam menghadapi ancaman narkotika.
Dengan semakin kokohnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, lembaga pemasyarakatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, Kabupaten Gresik diharapkan mampu membangun benteng perlindungan sosial yang kuat terhadap ancaman narkoba. Tidak hanya mempersempit ruang gerak sindikat peredaran gelap narkotika, tetapi juga memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari pengaruh narkotika demi mewujudkan masa depan bangsa yang lebih berkualitas dan berdaya saing (Har).
