Bukan Sekadar Dilantik, Mereka Disumpah Menjaga Marwah Negara: Tujuh ASN Baru Lapas Surabaya Resmi Masuki Barisan Penggerak Transformasi Pemasyarakatan Jatim

SIDOARJO –TOP BERITA NUSANTARA Penguatan kualitas sumber daya manusia kembali menjadi fokus strategis dalam pembangunan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, dan berintegritas di Jawa Timur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap tujuh pegawai Lapas Kelas I Surabaya yang resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).

Prosesi yang berlangsung khidmat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur itu dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali. Momentum tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan pengabdian para pegawai yang sebelumnya berstatus Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan kini resmi memasuki fase baru sebagai ASN Pemasyarakatan yang mengemban amanah negara secara penuh.

Pelantikan tersebut turut dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur, jajaran pejabat struktural, serta keluarga para peserta yang menjadi saksi pengucapan sumpah dan janji jabatan. Suasana berlangsung penuh khidmat, menandai lahirnya generasi baru aparatur pemasyarakatan yang diharapkan mampu menjawab tantangan organisasi yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam sambutannya, Kusnali menegaskan bahwa pelantikan ASN bukan sekadar perubahan status kepegawaian maupun agenda administratif rutin. Menurutnya, pengambilan sumpah jabatan merupakan ikrar moral yang memiliki makna mendalam karena mengandung tanggung jawab kepada negara, institusi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menekankan bahwa setiap ASN Pemasyarakatan harus menjadikan integritas sebagai identitas utama dalam menjalankan tugas. Profesionalisme, loyalitas, disiplin, dan komitmen pelayanan publik, lanjutnya, merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari profesi sebagai aparatur negara.

“Hari ini saudara telah mengucapkan sumpah dan janji sebagai Aparatur Sipil Negara. Sumpah tersebut bukan hanya diucapkan di hadapan pimpinan dan keluarga, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, laksanakan tugas dengan penuh integritas, loyalitas, dan profesionalisme. Jadilah ASN Pemasyarakatan yang mampu menjaga marwah institusi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan,” tegas Kusnali.

Baca Juga :  “Pasca Lebaran, MAKI Jatim Tuntaskan Berkas Dugaan Korupsi Dua OPD dan Siap Guncang Penegakan Hukum Daerah”

Menurutnya, perkembangan sistem pemasyarakatan yang terus bergerak menuju tata kelola modern membutuhkan aparatur yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan beradaptasi, serta komitmen tinggi terhadap nilai-nilai pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

Kusnali juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan tugas di lapangan. Karena itu, setiap ASN dituntut mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, maupun kinerja sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan bahwa pelantikan ASN merupakan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar. Ia menilai status ASN bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan gerbang menuju tanggung jawab yang lebih luas sebagai pelayan masyarakat dan penjaga marwah institusi.

Menurut Sohibur, para ASN baru harus terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, serta membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil. Ia menegaskan bahwa kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

“Pelantikan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai abdi negara. Saya berharap ketujuh ASN yang dilantik dapat menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi dan pelayanan pemasyarakatan. Jadilah ASN yang profesional, loyal, dan mampu menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Sohibur.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Lapas Kelas I Surabaya akan terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berintegritas sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Penguatan SDM, menurutnya, menjadi kunci dalam mewujudkan layanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Perkuat Nilai Spiritual dan Kepedulian, Kanwil Ditjenpas Jatim Semarakkan Ramadan dengan Tausiyah dan Buka Bersama

Pelantikan tujuh ASN baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Lapas Kelas I Surabaya, baik dalam bidang pembinaan warga binaan, pengamanan, administrasi, maupun pelayanan publik. Kehadiran mereka menjadi energi baru yang akan mendukung peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Momentum pengukuhan ini juga menjadi bagian dari langkah besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mempercepat transformasi birokrasi menuju institusi yang semakin modern, bersih, dan terpercaya. Dengan bertambahnya ASN baru yang telah resmi mengucapkan sumpah jabatan, diharapkan lahir generasi aparatur pemasyarakatan yang mampu menjadi agen perubahan, memperkuat budaya kerja berbasis integritas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Pengangkatan tujuh ASN Lapas Kelas I Surabaya ini tidak hanya menandai bertambahnya personel, tetapi juga mempertegas komitmen pemasyarakatan Jawa Timur dalam membangun kekuatan sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka kini resmi memasuki babak baru pengabdian sebagai garda terdepan pelayanan negara, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, responsif, dan berintegritas di masa depan (Har).

Leave a Reply