Rutan Gresik Terapkan Seleksi Ketat Lewat Sidang TPP, Warga Binaan Dipilih untuk Kegiatan Qurban Idul Adha 1447 H

Gresik —Top Berita Nusantara Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Senin (25/5/2026) sebagai tahapan seleksi penentuan warga binaan yang akan dilibatkan dalam kegiatan pemotongan hewan qurban pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Sidang TPP tersebut dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, serta dihadiri Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Vendra Hermawan, bersama jajaran staf pelayanan tahanan dan staf pengamanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari mekanisme pembinaan yang diterapkan di lingkungan pemasyarakatan untuk memastikan seluruh proses berjalan secara objektif, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sidang tersebut, tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap warga binaan yang diusulkan sebagai bon pekerja. Penilaian mencakup sejumlah aspek penting, di antaranya perilaku sehari-hari, tingkat kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib rutan, serta keaktifan dalam mengikuti program pembinaan yang telah berjalan.

Hasil dari Sidang TPP ini akan menjadi dasar penetapan warga binaan yang dinilai layak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemotongan hewan qurban. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan tahunan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan yang memiliki nilai edukatif, mental, dan spiritual bagi warga binaan.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan qurban, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi diri untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas pribadi.

Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan instrumen penting dalam memastikan program pembinaan berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Gebrakan Reformasi Pemasyarakatan, Rutan Gresik Matangkan Strategi WBBM Lewat Studi Inovasi ke Lapas Malang

“Melalui Sidang TPP ini, kami memastikan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan qurban benar-benar dipilih berdasarkan penilaian objektif dan sesuai prosedur. Ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian agar mereka mendapatkan pengalaman positif yang membentuk karakter lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Rutan Gresik terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada penguatan karakter, mental, dan spiritual warga binaan.

Menurutnya, kegiatan berbasis keagamaan seperti pemotongan hewan qurban menjadi salah satu media pembinaan yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan perubahan sikap yang lebih baik.

Melalui pelaksanaan Sidang TPP ini, Rutan Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pembinaan yang humanis, terarah, dan berorientasi pada reintegrasi sosial, sehingga warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan pembelajaran yang bermanfaat dan bermakna (Har).

Leave a Reply