Solidaritas Tak Terguncang di Tengah Ujian: Elite PETIR Kepung RS Pondok Indah, HM Muazzim Akbar Ditegaskan Tetap Jadi Penjaga Arah Perjuangan

Jakarta- Top Berita Nusantara Gelombang solidaritas dan semangat persaudaraan mengalir kuat dari jajaran elite Persaudaraan Timur Indonesia Raya saat sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PETIR menjenguk Ketua Dewan Pengawas PETIR, HM Muazzim Akbar, S.IP, yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/05/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk empati, melainkan simbol kuat kokohnya loyalitas dan kebersamaan di tubuh organisasi.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPN PETIR, Emanuel AK, bersama Sekretaris Jenderal PETIR Nefton Alfares, Ketua DPW PETIR Banten sekaligus Ketua Dewan Etik Logo Valenberg, Ketua DPW PETIR DKI Jakarta yang juga anggota Dewan Pakar Ones Kilikily, Dewan Pendiri PETIR Lukman Wijaya, serta Ketua Kominfo PETIR AYS Prayogie.
Kehadiran para pimpinan organisasi itu memperlihatkan bahwa hubungan di internal PETIR tidak hanya dibangun atas dasar struktur organisasi, tetapi juga ikatan emosional dan persaudaraan yang kuat di antara para kader dan tokohnya.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, jajaran pengurus pusat memberikan dukungan moral kepada HM Muazzim Akbar yang dijadwalkan menjalani tindakan operasi. Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan organisasi kepada sosok yang selama ini dinilai sebagai salah satu penentu arah perjuangan PETIR.
Ketua Umum DPN PETIR, Emanuel AK, menegaskan bahwa HM Muazzim Akbar bukan hanya figur struktural dalam organisasi, tetapi merupakan tokoh sentral yang memiliki pengaruh besar dalam menjaga marwah dan konsolidasi organisasi.
“Beliau bukan sekadar Ketua Dewan Pengawas. Beliau adalah kompas perjuangan organisasi yang selama ini menjaga arah, semangat, dan nilai persaudaraan di tubuh PETIR,” tegas Emanuel AK.
Menurutnya, HM Muazzim Akbar yang juga dikenal sebagai anggota Komisi IX DPR RI memiliki kontribusi strategis dalam memberikan pandangan, nasihat, dan penguatan kepada seluruh jajaran pengurus di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, dukungan moril dari seluruh kader dinilai sangat penting agar proses pemulihan kesehatannya berjalan lancar.
“Kami semua berharap operasi yang akan dijalani berjalan sukses dan beliau segera kembali sehat untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan organisasi,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PETIR, Nefton Alfares, turut menyampaikan doa terbaik bagi kesembuhan HM Muazzim Akbar. Ia menilai sosok Ketua Dewan Pengawas PETIR tersebut selama ini menjadi figur pemersatu yang konsisten menjaga semangat persaudaraan dan loyalitas antar kader.
“Kami berharap beliau diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Nefton.
Sementara itu, Dewan Pendiri PETIR, Lukman Wijaya, menegaskan bahwa HM Muazzim Akbar memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan komunitas Indonesia Timur. Meski berasal dari Nusa Tenggara Barat, HM Muazzim Akbar disebut pernah tinggal di Ambon dan Makassar sehingga namanya dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia Timur.
“Beliau memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan komunitas Indonesia Timur dan menjadi bagian penting dari perjalanan PETIR,” ujar Lukman Wijaya.
Di tengah perhatian dan dukungan yang mengalir, HM Muazzim Akbar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus DPN PETIR yang hadir memberikan semangat di tengah proses perawatan yang dijalaninya. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa PETIR dibangun dengan fondasi persaudaraan yang kuat dan loyalitas antar kader yang tetap terjaga.
Menurutnya, solidaritas yang diperlihatkan para pimpinan organisasi bukan hanya bentuk perhatian pribadi, tetapi juga cerminan kekuatan organisasi yang mampu menjaga kebersamaan di tengah berbagai situasi dan tantangan.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama di ruang perawatan sebagai simbol dukungan moral sekaligus penegasan bahwa solidaritas di tubuh PETIR tetap kokoh dan tidak terguncang oleh keadaan apa pun. Di tengah ujian kesehatan yang dihadapi salah satu tokoh sentral organisasi, PETIR memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar organisasi bukan hanya pada struktur, tetapi pada persaudaraan, loyalitas, dan semangat kebersamaan yang terus hidup di antara para kadernya (Smd).
