Tangis Haru dan Doa Menggema di Balik Jeruji Medaeng: 150 WBP Rutan Surabaya Temukan Harapan Baru di Hari Kenaikan Isa Almasih 2026

Sidoarjo –Top Berita Nusantara Suasana penuh haru, doa, dan pengharapan menyelimuti Gereja Efesus Medaeng di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya saat ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani mengikuti ibadah peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih pada 14 Mei 2026. Momentum spiritual tersebut menjadi momen istimewa yang menghadirkan kedamaian batin sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi para warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sebanyak 150 WBP mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Dari balik jeruji penjara, lantunan doa, pujian, dan khotbah rohani menghadirkan suasana yang hangat dan menyentuh hati. Momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga bagian penting dalam proses pembinaan mental, spiritual, dan karakter warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan ibadah pelayanan itu dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Tristiantoro Adi Wibowo bersama Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Muhammad Ridla Gorjie. Kehadiran jajaran pimpinan rutan menjadi bentuk nyata komitmen dalam mendukung pembinaan berbasis spiritual sebagai bagian dari proses rehabilitasi warga binaan.

Dalam peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih tersebut, pihak rutan menghadirkan Philip Mantofa bersama tim pelayanan dari Gereja Mawar Sharon untuk memberikan pelayanan rohani kepada para WBP Nasrani.

Khotbah yang disampaikan mengangkat pesan tentang pertobatan, pengampunan, kasih, dan harapan baru bagi setiap manusia. Pesan tersebut memberikan kekuatan moral dan motivasi spiritual bagi warga binaan agar tidak kehilangan harapan meski tengah menjalani masa pidana.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta diajak memahami bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Nilai-nilai spiritual yang disampaikan menjadi refleksi mendalam bagi warga binaan untuk membangun kesadaran diri, memperkuat iman, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga :  Rutan Gresik Gelar Rapat Evaluasi Tahunan, Fokus pada Peningkatan Pelayanan dan Kepastian Proses

Kepala Rutan Tristiantoro Adi Wibowo menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan mampu menjadi sarana introspeksi diri sekaligus memberikan ketenangan batin bagi para WBP.

“Kegiatan spiritual seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, memperkuat mental, dan membentuk pribadi warga binaan agar menjadi lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut berjalan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Selain ibadah dan khotbah rohani, acara juga diisi dengan Perjamuan Kudus, doa bersama, serta pemberian kebutuhan dasar bagi warga binaan sesuai prosedur yang berlaku.

Sinergi antara pihak rutan dan tokoh agama dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembinaan pemasyarakatan yang lebih humanis. Pendekatan spiritual dianggap mampu menyentuh sisi emosional dan batin warga binaan, sehingga membuka ruang perubahan menuju kehidupan yang lebih bertanggung jawab.

Momentum Hari Kenaikan Isa Almasih di Rutan Kelas I Surabaya tahun ini menjadi bukti bahwa harapan tidak pernah padam, bahkan dari balik tembok penjara sekalipun. Dari ruang sederhana di Gereja Efesus Medaeng, cahaya pertobatan, kasih, dan pengharapan terus dinyalakan sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan keluarga mereka kelak (Har).

Leave a Reply