“Laboratorium Negara Dibuka: Mahasiswa USM ‘Ditempa’ Langsung oleh Sistem Bea Cukai di Surabaya”

Surabaya —Top Berita Nusantara Transformasi pembelajaran dari teori ke praktik kembali ditunjukkan dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang digelar di Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I pada Senin, 4 Mei 2026. Sebanyak 120 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) bersama dosen pendamping mengikuti kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bung Tomo, Surabaya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata integrasi antara dunia akademik dan institusi negara dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman aplikatif. Tidak sekadar kunjungan, KKL ini dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung untuk memahami sistem kepabeanan dan cukai secara menyeluruh.
Sejak awal kegiatan, suasana interaktif sudah terasa ketika materi disampaikan oleh Dhony Prasetyo Utomo. Pemaparan yang komprehensif mengenai tugas dan fungsi kepabeanan membuka wawasan mahasiswa tentang peran strategis Bea Cukai dalam menjaga arus barang, penerimaan negara, hingga perlindungan masyarakat dari barang ilegal.
Mahasiswa terlihat aktif dalam sesi diskusi, mengajukan berbagai pertanyaan kritis yang menunjukkan tingginya rasa ingin tahu. Interaksi ini mencerminkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif mampu mendorong pemahaman yang lebih dalam dibandingkan metode konvensional.
Puncak kegiatan terjadi saat peserta diajak memasuki dunia praktis melalui pengenalan Balai Laboratorium Bea dan Cukai Surabaya (BLBC). Di lokasi ini, mahasiswa menyaksikan secara langsung bagaimana sains dan teknologi menjadi tulang punggung dalam pengawasan kepabeanan.
Berbagai demonstrasi interaktif ditampilkan, mulai dari pengujian sampel hingga simulasi identifikasi barang. Melalui eksperimen tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat proses, tetapi juga memahami logika ilmiah di balik setiap tindakan pengawasan yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang memperkuat pemahaman mereka sekaligus menumbuhkan minat terhadap bidang kepabeanan dan cukai sebagai salah satu jalur karier profesional.
Penyelenggara menilai bahwa kolaborasi antara pemaparan materi dan praktik langsung merupakan metode pembelajaran yang ideal di era saat ini. Selain meningkatkan daya serap ilmu, metode ini juga membantu mahasiswa membangun kesiapan mental dan kompetensi untuk menghadapi dunia kerja yang dinamis.
Partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen USM turut menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan ini. Interaksi yang terjalin menunjukkan adanya sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan adaptif.
Dengan berakhirnya kegiatan, mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga perspektif yang lebih luas mengenai peran vital kepabeanan dalam sistem ekonomi nasional. Pengalaman ini menjadi bekal strategis bagi mereka untuk melangkah ke dunia profesional dengan pemahaman yang lebih matang, kontekstual, dan siap bersaing (Har).
