Dari Ruang Sidang ke Ruang Kelas: OA-PHIGMA Jatim Dorong Integrasi Hukum dalam Transformasi Pendidikan Nasional di Hardiknas 2026

Mojokerto, Jawa Timur —Top Berita Nusantara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur Organisasi Advokat Penasihat Hukum Independen Garda Utama (OA-PHIGMA). Momentum ini dijadikan pijakan strategis untuk menegaskan pentingnya integrasi antara dunia hukum dan pendidikan dalam menciptakan sistem pembelajaran yang adil, inklusif, dan berdaya saing global.

Ketua OA-PHIGMA DPD Jawa Timur, Sumidi, S.Sos, CPP, C.CPL, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa tema nasional tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata lintas sektor. Ia menilai bahwa keberhasilan pendidikan nasional tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk profesi advokat.

“Advokat tidak hanya berperan di ruang sidang, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mengawal keadilan di sektor pendidikan. Pendidikan yang berkualitas harus menjamin kesetaraan akses dan menanamkan nilai integritas sejak dini,” tegas Sumidi.

Menurutnya, tantangan pendidikan di Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan kesadaran hukum generasi muda. Oleh karena itu, OA-PHIGMA mendorong adanya pendekatan yang lebih komprehensif, di mana pendidikan tidak hanya menghasilkan individu cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan pemahaman terhadap prinsip keadilan.

Ia juga menekankan bahwa visi besar menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila pembangunan sumber daya manusia dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Dalam hal ini, nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan keadilan harus menjadi fondasi utama dalam setiap lini pendidikan.

Sebagai organisasi advokat independen, OA-PHIGMA Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan melalui berbagai inisiatif, termasuk edukasi hukum bagi masyarakat, pendampingan terhadap isu-isu pendidikan, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial.

Baca Juga :  Kakanwil Ditjenpas Jatim Kunjungi Bapas Malang: Anggaran Harus Berdampak Nyata, Kinerja Harus Disiplin dan Optimal

Dengan mengusung semangat “Berintegritas, Profesional, dan Berkeadilan,” OA-PHIGMA optimistis dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kesenjangan akses hingga penguatan karakter generasi muda di tengah dinamika global.

Momentum Hardiknas 2026 ini pun dijadikan ajakan terbuka bagi seluruh komponen bangsa untuk memperkuat kolaborasi antara sektor hukum, pendidikan, dan masyarakat luas. Sinergi ini dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan generasi unggul yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Menutup pernyataannya, Sumidi menegaskan bahwa kehadiran OA-PHIGMA bukan semata untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan bangsa. Ia berharap, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi titik refleksi sekaligus awal dari langkah konkret menuju sistem pendidikan Indonesia yang lebih adil, merata, dan berorientasi masa depan (Smd).

Leave a Reply