“Gelora Perlawanan dari Selatan Jember: Konsolidasi Akbar 26 April 2026 Jadi Titik Balik Tuntutan Lingkungan, Infrastruktur, dan Hak Rakyat”

Jember —Top Berita Nusantara Senin (20/4/26) Tekanan publik dari wilayah selatan Jember terus menguat seiring rencana digelarnya konsolidasi akbar bertajuk “Jember Selatan Bersatu! Lawan IMASCO” pada Minggu, 26 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Lapangan Voli Kapuran. Agenda ini diproyeksikan menjadi momentum besar bagi masyarakat untuk menyuarakan tuntutan yang selama ini dinilai terabaikan.
Gerakan ini lahir dari akumulasi keresahan warga terhadap berbagai persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Dalam pernyataan terbuka yang beredar, warga menegaskan tiga tuntutan utama yang menjadi fokus perjuangan kolektif.
Isu pertama adalah lingkungan hidup yang sehat. Masyarakat menyoroti pentingnya perlindungan ekosistem serta penanganan limbah yang dinilai belum optimal. Kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup menjadi alasan utama tuntutan ini terus digaungkan.
Selanjutnya, persoalan infrastruktur menjadi sorotan tajam. Jalan-jalan yang mengalami kerusakan parah dinilai menghambat aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi ekonomi. Warga mendesak adanya perbaikan konkret dan berkelanjutan demi keselamatan serta kenyamanan bersama.
Tuntutan ketiga berkaitan dengan hak Corporate Social Responsibility (CSR). Warga berharap perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Aksi ini turut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, di antaranya Heru Satriyo yang dikenal sebagai Ketua MAKI Jawa Timur, serta Dwi Agus Budiyanto Ketua Laskar Jahanam Jember,Dukungan tersebut dinilai memperkuat legitimasi gerakan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat lebih luas.
Seruan “Jangan diam saat desamu dirusak!” menjadi pesan kunci yang mengiringi ajakan konsolidasi ini. Kalimat tersebut mencerminkan urgensi situasi sekaligus dorongan moral agar masyarakat berani bersuara dan terlibat aktif dalam perjuangan.
Dengan mengusung semangat persatuan, konsolidasi akbar ini diharapkan menjadi titik balik bagi warga Jember Selatan dalam memperjuangkan hak atas lingkungan yang sehat, infrastruktur yang layak, serta keadilan sosial yang merata. Tagar #SAVEJEMBERSELATAN #pun terus digaungkan sebagai simbol perlawanan dan harapan akan perubahan nyata di masa depan (Red).
