Praktisi Hukum Muda SAMUEL TEGUH SANTOSO, S.H., M.H., M.Psi., M.M :Nilai Pengorbanan dan Keadilan Menggema dalam Peringatan Jumat Agung 2026 di Surabaya

SurabayaTop Berita Nusantara Suasana khidmat menyelimuti berbagai gereja di Surabaya dalam peringatan Jumat Agung pada 3 April 2026. Umat Kristiani memperingati wafatnya Yesus Kristus sebagai momen suci yang sarat dengan nilai pengorbanan, kasih, serta pengampunan yang mendalam bagi kehidupan umat manusia.

Rangkaian ibadah berlangsung dengan penuh kesederhanaan dan penghayatan. Jemaat mengikuti setiap prosesi dengan khusyuk, merenungkan peristiwa penyaliban di Golgota yang menjadi inti dari Jumat Agung dalam rangkaian Pekan Suci. Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual untuk memperkuat iman sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan pribadi dan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Samuel Teguh Santoso menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai Jumat Agung dalam kehidupan modern, khususnya di bidang hukum. Ia menegaskan bahwa semangat pengorbanan, keadilan, dan kebenaran yang diajarkan oleh Yesus Kristus harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi hukum secara berintegritas.

Sebagai praktisi hukum muda, ia menyoroti bahwa penegakan hukum tidak cukup hanya berlandaskan aturan formal, tetapi juga harus dilengkapi dengan nilai kemanusiaan, empati, serta keberanian moral. Menurutnya, keadilan sejati lahir dari hati nurani yang jujur dan komitmen untuk membela kebenaran di tengah berbagai tekanan dan tantangan.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Jumat Agung sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama. Situasi Kota Surabaya yang tetap aman dan kondusif selama perayaan berlangsung mencerminkan kuatnya persatuan dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Peringatan Jumat Agung 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk menghidupi nilai kasih, pengorbanan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat Jumat Agung dapat terus menjadi kekuatan moral dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis, berkeadilan, dan berperikemanusiaan(Har).

Leave a Reply